KPCPEN Pastikan Vaksin Mandiri Tak Tumpang Tindih

"Tumpang tindih sih nggak akan terjadi ya, kan datanya ada. Kita mencatat semua yang ikut vaksinasi sudah terdata.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 19 Feb 2021 20:33 WIB

Author

Resky Novianto

KPCPEN Pastikan Vaksin Mandiri Tak Tumpang Tindih

ilustrasi vaksin

KBR, Jakarta - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) memastikan vaksin mandiri atau gotong royong tidak akan tumpang tindih dengan vaksin gratis pemerintah.

Koordinator Project Management Office di Komunikasi Publik KPCPEN, Arya Sinulingga mengatakan, pendataan akan menjadi kunci keberhasilan program vaksinasi keduanya.

"Tumpang tindih sih nggak akan terjadi ya, kan datanya ada. Kita mencatat semua yang ikut vaksinasi sudah terdata. Misalnya vaksin gotong royong untuk buruh, kan untuk karyawan, itu kan bisa terdata nama-nama siapa saja mereka. Jadi tidak tumpang tindih," ujar Arya saat dihubungi KBR di Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Arya Sinulingga yang juga staf khusus Menteri BUMN ini mengatakan, regulasi terkait aturan vaksinasi mandiri atau gotong royong tengah digodok Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, aturan tersebut akan rampung dalam waktu dekat atau sesuai target Maret mendatang.

"Ditunggu aja nanti, kan regulasinya belum keluar. Itu baru gambaran-gambaran saja. Nanti akan diatur regulasinya. Iya mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah keluar lah ya. Lagi digodok lah materi regulasinya," tuturnya.

Arya menambahkan, jenis vaksin gotong royong akan berbeda dengan vaksin pemerintah, agar tata kelolanya baik dan mudah.

Pemerintah, kata Arya, pemerintah telah menunjuk Bio Farma sebagai perusahaan BUMN yang akan melakukan pengadaan vaksin mandiri gotong royong tersebut.

"Selama ini yang bikin vaksin, pengadaannya Bio Farma Group ya, baik itu Bio Farma maupun Indo Farma gitu ya. Itu kan tergantung. Pak Menkes Budi Gunadi Sadikin ngomong seperti ini, ya kita tunggu aja, bagaimana nanti kedepannya," pungkasnya.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)