Kasus Covid-19 Turun, 400 Tempat Tidur Isolasi di Banyumas Kosong

"Saya juga agak berkeyakinan melandai. Karena jumlah harinya kan cuma 28 hari ya. Tempat tidur tidak terpakai 400-an lebih,”

BERITA | RAGAM | NUSANTARA

Jumat, 26 Feb 2021 17:53 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Kasus Covid-19 Turun, 400 Tempat Tidur Isolasi di Banyumas Kosong

Ilustrasi: Wartawan menunjukan kartu vaksinasi COVID-19 tahap pertama, di Pukesmas Purwokerto Barat, Banyumas, Jateng, Kamis (25/2). (Antara/Idhad Zakaria)

KBR, Banyumas-       Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menyatakan jumlah pasien Covid-19 menurun atau melandai. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan selain melandainya jumlah positif Covid-19, angka kematian juga turun.

Dia mengungkapkan, pada Februari, hingga pekan terakhir Februari jumlah kematian 60 orang. Angka ini turun jauh dibanding angka kematian pada Januari yang mencapai 135 orang dan Desember 138 orang.

Terkini, jumlah konfirmasi positif mencapai 694 orang. Pasien yang dirawat di RS mencapai 379 orang dengan pasien yang dirawat di isolasi khusus sebanyak 57 pasien. Sedangkan yang menjalani isolasi mandiri 258 orang. Dengan menurunnya jumlah pasien Covid-19 sebanyak 400 lebih tempat tidur isolasi di rumah sakit kosong.

“Alhamdulillah melandai ya. Jadi angka kematian 60 ya. Jumlah Februari. Kalau sebelumnya, jumlah tinggi itu kan Desember, 138. Kemudian Januari 135 orang. Ini Februari, mudah-mudahan lah, ini saya juga agak berkeyakinan melandai. Karena jumlah harinya kan cuma 28 hari ya. Tempat tidur tidak terpakai 400-an lebih,” kata Sudiono.

Hingga 26 Februari 2021, total jumlah pasien Covid-19 di Banyumas sebanyak 7.061 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 6.009 orang sembuh atau 85 persen pasien sembuh. Sedangkan jumlah pasien meninggal sebanyak 358 orang, atau sebanyak lima persen.

Editor: Rony Sitanggang


Redaksi KBR juga mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)