Warga Ketakutan Virus Corona, Bupati Natuna Minta Psikiater

"Ini kan masalah psikologi. Waswas itu masalah psikologi. Bukan masalah kesehatan, kita minta itu psikiater, dibuka pos-pos layanan psikologi."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 04 Feb 2020 14:51 WIB

Author

Heru Haetami

Warga Ketakutan Virus Corona, Bupati Natuna Minta Psikiater

Sejumlah warga berdemonstrasi menolak kedatangan WNI dari Wuhan di Natuna, Kepri, Sabtu (1/2/2020). (Foto: ANTARA/Cherman)

KBR, Jakarta - Bupati Natuna Kepulauan Riau, Abdul Hamid Rizal meminta pemerintah pusat membantu menyiapkan dokter spesialis untuk menangani virus corona Wuhan dan layanan psikiater.

Abdul Hamid mengatakan dokter dan psikiater itu untuk mengembalikan psikologi masyarakat Natuna. Warga sebelumnya sempat berdemonstrasi menolak wilayahnya dijadikan tempat observasi ratusan WNI yang baru dievakuasi dari Provinsi Hubei, Tiongkok.

"Kita minta sebanyak banyaknya dokter. Mungkin sampai 20 atau 30 orang, termasuk psikiater. Ini kan masalah psikologi. Waswas itu masalah psikologi. Bukan masalah kesehatan, kita minta itu psikiater, dibuka pos-pos layanan psikologi. Yang diminta masyarakat itu," kata Abdul Hamid Rizal saat ditemui di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/2/2019).

Abdul Hamid Rizal menyebutkan keterlambatan informasi menjadi salah satu penyebab adanya informasi yang tidak tepat di masyarakat Natuna, sehingga membuat masyarakat memiliki stigma buruk pada WNI yang baru dievakuasi, yang berujung penolakan.

"Disampaikan oleh Pak Menteri, ini dalam keadaan yang begitu mendesak, begitu mendadak, sehingga informasi itu terlambat disampaikan. Baik itu kepada Pemda maupun kepada masyarakat. Sehingga masyarakatnya menerima informasi yang simpang siur, yang sudah bias," kata Abdul.

Abdul menyatakan sudah mempersiapkan pos pelayanan yang diperuntukan sebagai pos aduan dan penanganan adanya suspek coronavirus tersebut.

"Sekarang Puskesmas sudah kita jadikan pos pengaduan masalah, kalau ada yang merasa kurang sehat, merasa flu, cepat ke puskesmas-puskesmas. Kita juga akan membuat posko terpadu di lapangan, di pinggir pantai. Pantai Piwang, di Natuna. Itu kita akan bangun pos terpadu bersama TNI, Polri dan pemerintah daerah," tungkasnya.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

RUU Omnibus Law Hilangkan Tanggung Jawab Perusahaan Atas Karhutla

Kenali Gejala Serangan Jantung Sedini Mungkin