Warga Banyuwangi Sulap Popok Bayi Bekas Jadi Kerajinan

"Jangan buang limbah popok. Kenapa dibuang? Wong diolah saja bisa."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 03 Feb 2020 13:49 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Warga Banyuwangi Sulap Popok Bayi Bekas Jadi Kerajinan

Choirul Anwar memamerkan kerajinan pot bunga hingga paving block dari limbah popok bekas. (Foto: KBR/Hermawan)

KBR, Banyuwangi - Sampah popok bayi sekali pakai selama ini menjadi salah satu penyebab  pencemaran lingkungan maupun terjadinya banjir. Banyak warga membuang sampah popok bayi ke sungai.

Seorang warga Kabupaten Banyuwangi, Choirul Anwar gatal melihat kondisi itu. Ia pun mencari cara agar sampah popok bayi tak lagi menjadi sumber bencana. Hingga akhirnya, lahirnya paving block dan bahan kerajinan lain dari popok bayi bekas.

Choirul Anwar mengatakan limbah popok bayi dia ambil dari beberapa sungai di Banyuwangi. Popok bayi itu diduga sengaja dibuang ke kali oleh masyarakat. Dalam kepercayaan sebagian orang di Jawa, jika popok bayi dibuang ke tempat sampah dan dibakar akan mengakibatkan penyakit gatal pada anaknya.

Anwar mengatakan limbah popok bayi bekas ada dua manfaat yang bisa diproses menjadi kerajinan. Yang pertama kain popok dan kedua hidrogel atau gel popok yang berfungsi sebagai pemnyerap cairan basah.

Ia mengolah kain popok bekas sebagai kerajinan pot bunga. sedangkan gelnya bisa dibuat kerjianan gantungan kunci, patung dan gipsum.

"Jangan buang limbah popok. Kenapa dibuang? Wong diolah saja bisa. Lagian seperti musim penghujan ini  bajir itu disebabkan sampah yang menumpuk di sungai. Dengan sendirinya, kalau mengolah popok bekas itu, insyaallah lingkungan kita bersih dan terhindar dari becana seperti banjir. Itu semua kembali kepada diri kita sendiri," kata Choirul Anwar, Senin (3/2/2020) di Banyuwangi.

Upaya Choirul Anwar itu kini mendapat respon positif dari masyarakat. Jika sebelumnya ia harus turun ke sungai untuk mencari bahan popok bayi bekas, kini warga yang menyuplai bahan baku popok bekas.

Bahkan kiriman popok bayi bekas tidak hanya datang dari masyarakat Banyuwangi saja, tetapi juga dari berbagai daerah lain seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Pati Jawa Tengah.

Untuk memaksimalkan produksi kerjainan dari popok bayi besa itu, Choirul Anwar membentuk Komunitas Peduli Lingkungan  Taman Baru (Komplit). Komunitas itu untuk menampung limbah popok bayi bekas di lingkunganya, dan menampung kiriman popok bayi bekas dari luar daerah.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi