Veronica Koman: Menyakitkan, Data Pelanggaran HAM Papua Dianggap Sampah

Ia tidak menyangka, dokumen soal tapol dan korban sipil Nduga, diabaikan pemerintah.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 12 Feb 2020 17:11 WIB

Author

Resky Novianto

Veronica Koman: Menyakitkan, Data Pelanggaran HAM Papua Dianggap Sampah

Dokumen korban konflik Nduga, Papua yang dikeluarkan YKKMP. (Foto: YKKMP)

KBR, Jakarta - Aktivis HAM Papua Veronica Koman menilai pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, soal terselipnya dokumen tahanan politik (tapol) dan korban sipil Nduga, sebagai alasan untuk menghindar.

Menurutnya, dokumen itu pasti sudah sampai ke Istana. Veronica menduga, dokumen itu sengaja dibiarkan. Alasan terselip tidak relevan dengan kenyataan yang telah beredar di publik.

"Apakah dokumennya sampai atau segala macam, itu (pasti) sampai. Sekarang pun kalau misalnya, ini pemerintah kesannya menghindar dari bahwa data itu (padahal) telah sampai (ke Presiden) gitu, mengakunya terselip. Kalau terselip misalnya, sekarang ini kan kita sudah heboh soal data ini. Sudah disebut-sebut data tapol (dan) yang korban sipil Nduga, sudah berada dimana-dimana. Jadi apa masih relevan alasan tersebut bahwa terselip segala macam itu?" ucap Veronica Koman kepada KBR, Rabu (12/2/2020).

Simak juga:

Veronica Koman juga menyayangkan pernyataan yang keluar dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, soal dokumen yang dianggap sampah.

Ia juga tidak menyangka, dokumen soal tapol dan korban sipil Nduga, diabaikan pemerintah. Veronica pun khawatir, bila warga Papua kembali sakit hati, atas pernyataan Mahfud tersebut.

"Terkait pernyataan Pak Mahfud itu, yang katanya sampah itu sangat disayangkan. Karena, ternyata ini kalau saya perhatikan orang Papua banyak yang makin sakit hati lagi, dengan kata-kata sampah. Baru tahun lalu dikatain monyet, sampai jadi rusuh. Kemudian ini sekarang, data pelanggaran HAM-nya dikatain sampah," tutur Veronica.

"Ini (dokumen) sudah beredar luas (datanya) toh sekarang," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Moeldoko mengaku bahwa dokumen yang diberikan Veronica Koman saat Presiden Jokowi berkunjung ke Australia, mungkin saja terselip akibat riuhnya antusiasme warga disana.

Menko Polhukam Mahfud MD menganggap dokumen soal data tapol dan korban sipil Nduga sebagai sampah. Mahfud menganggap dokumen yang diberikan Veronica Koman kepada Presiden, sama seperti surat biasa lainnya.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Indonesia Hormati Penangguhan Sementara Ibadah Umrah dari Arab Saudi

Kabar Baru Jam 15