Terdampak Corona, Maskapai Akan Beri Diskon Rute Wisata

"Berikutnya pemerintah juga mengambil langkah dari Kemenhub khususnya, domestic carrier supaya memberi diskon khusus pada destinasi ke Bali, Sulut dan Bintan," kata Moeldoko.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 06 Feb 2020 20:00 WIB

Author

Astri Septiani

Terdampak Corona, Maskapai Akan Beri Diskon Rute Wisata

Menparekraf Wishnutama mengikuti Raker dengan Komisi X DPR di Jakarta (29/1/2020). (Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal)

KBR, Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyatakan, Pemerintah menginstruksikan agar maskapai penerbangan memberikan diskon khusus kepada wisatawan dalam negeri. Diskon khusus itu ditargetkan untuk tiket penerbangan ke tiga daerah yang jumlah wisatawannya berkurang akibat wabah Virus Corona.

"Berikutnya, pemerintah juga mengambil langkah, dari Kementerian Perhubuangan khususnya, agar domestic carrier memberi diskon khusus pada destinasi (wisata) ke Bali, Sulawesi Utara dan Bintan. Khusus perjalanan ketiga destinasi itu karena ketiganya relatif mengalami penurunan jumlah wisatawan," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta (6/2/2020).

Merespon imbauan KSP tersebut, Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan, kementeriannya sudah membicarakan permohonan pemberian diskon khusus itu dengan sejumlah maskapai penerbangan. 

Adita menyebutkan, wewenang pemberian diskon khusus itu dikembalikan kepada masing-masing maskapai. "Kita usahakan agar ini tetap bisa menarik dengan berbagai macam paket yang kemudian disediakan oleh maskapai. Nanti maskapai akan mengumumkan berapa nilai diskon khususnya, nanti kita tunggu saja," pungkasnya. 

Pariwisata Terpukul Wabah Virus Corona

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menyatakan, belum bisa memastikan berapa besar nilai dampak kerugian yang diderita sektor pariwisata akibat wabah Virus Corona. 

Tapi menurut Wishnutama, kerugian sektor pariwisata mudah terlihat karena satu wisatawan asal China biasa menghabiskan 1.400 Dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp19 juta acapkali berwisata di Indonesia. 

"Kalau kita melihat dari wisatawan China saja atau Tiongkok itu tahun lalu sekitar dua juta pengunjung, 2,07 juta orang itu dengan spending per arrival-nya sekitar 1.400 Dolar Amerika Serikat. Yang artinya secara devisa itu 2,8 juta Dolar Amerika Serikat (setara lebih dari Rp38 miliar). Itu dampak langsung dari wisatawan dari Tiongkok," kata Wishnutama di Kantor Staf Presiden (6/2/2020).

Wishnutama mengatakan, dampak dari tren negatif wisatawan mancanegara yang secara psikologis takut bepergian, juga sangat berdampak terhadap sektor pariwisata nasional. 

Ia menyebut, saat ini pemerintah mendorong wisatawan domestik untuk berlibur di dalam negeri khususnya ke Bali, Sulawesi Utara dan Bintan. Dorongan itu untuk menutupi berkurangnya wisatawan mancanegara akibat khawatir wabah Virus Corona. Sekaligus, untuk melindungi dan menjaga industri pariwisata secara umum. 

"Memang di beberapa tempat ini sudah terasa, bahkan sangat terasa dampaknya, jadi ini upaya yang akan kita lakukan," tuturnya.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Menyoroti Literasi Lintas Agama untuk Milenial

Kemenkeu Godok Cukai untuk Minuman Berpemanis

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7