Surat Veronica Koman untuk Jokowi Tak Ketemu? Moeldoko: Mungkin Terselip

Menurut Moeldoko, sampai sekarang ia belum mengetahui pasti apakah surat tersebut ada atau tidak, lantaran tidak sedikit sudat yang diberikan warga kepada Jokowi.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 12 Feb 2020 16:53 WIB

Author

Dwi Reinjani

Surat Veronica Koman untuk Jokowi Tak Ketemu? Moeldoko: Mungkin Terselip

Tersangka makar Ambrosius Mulait saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (19/12/019). (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

KBR,Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko tidak membenarkan atau membantah mengenai kemungkinan pengacara sekaligus aktivis HAM Papua, Veronica Koman memberikan surat dokumen HAM kepada Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Veronica menyebut tim aktivis pembela HAM Papua sudah menyerahkan surat dan dokumen ketika Presiden Joko Widodo mengunjungi Canberra Australia, pekan lalu. Dokumen itu berisi daftar 50-an tahanan politik dan ratusan korban konflik Nduga di era pemerintahan Jokowi.

Menurut Moeldoko, sampai sekarang ia belum mengetahui pasti apakah surat tersebut ada atau tidak, lantaran tidak sedikit sudat yang diberikan warga kepada Jokowi.

“Nah di situ (di Australia) beliau menyalami semua yang ada di depan. Seperti biasalah warga disalami satu per satu. Nah disitu enggak ngertilah siapa nama warga satu per satu. Atau juga warga negara Australia. Mungkin terselip itu," kata Moeldoko, di Kantor Presiden, di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Menurut Moeldoko, momen Presiden Jokowi menerima surat dari warga bukan hanya terjadi satu kali. Ada beberapa kegiatan yang didatangi Jokowi, baik di hotel maupun di lapangan di Australia. Karena itu, Istana tidak bisa memastikan ada tidaknya surat dokumen dari Veronica Koman itu.

Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Koordinato Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.

Ia mengatakan, ada kemungkinan surat yang disampaikan tercampur dengan surat dari warga lain. Kendatipun surat itu ada, menurut Mahfud, tidak berarti apapun.

Sebelumnya Veronica Koman mengklaim bahwa ia telah menyerahkan surat berisi data tahanan politik dan korban tewas Papua, kepada Presiden Joko Widodo yang tengah berkunjung ke Canberra, Australia. Ia juga mendesak agar krisis politik dan kemanusiaan di Papua segera dihentikan.

Pantau juga: 

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

KPK Hentikan Puluhan Penyelidikan Kasus Korupsi

Sulap Limbah Jadi Produk

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13