Stok Bawang Putih Habis Maret 2020

"Saat ini kira-kira ada 80 ribu ton. Kebutuhan kita sebulan 46 ribu ton, jadi kira-kira kita cukup dua bulan ini. Dua bulan ini, kira-kira Maret ya abis."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 27 Feb 2020 19:13 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

Stok Bawang Putih Habis Maret 2020

Ilustrasi: Penjual bawang putih di pasar tradisional. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan virus SARS COV-2 atau penyakit COVID-19 mengganggu persediaan bawang putih di Indonesia, yang sebagian besarnya diimpor dari Cina.

"Bawang putih itu kenapa berpengaruh (corona), jadi sebetulnya bukan bawang putihnya. Yang panen siapa? Kalau dikapalkan apa kapalnya nggak tersentuh dengan yang kena penyakit? Sehingga ada kekhawatiran," kata Agung dalam acara Roundtable Ketahanan Pangan Nasional Berkelanjutan Menuju Indonesia Kuat dan Modern 2045 di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (27/02/20).

Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi menyebut sekarang Indonesia masih punya stok bawang putih, tetapi jumlahnya kian menipis.

"Saat ini stok kita terakhir, di stok yang saya coba cermati, bukan stok pengakuan dari para importir, kira-kira ada 80 ribu ton. Kebutuhan kita sebulan 46 ribu ton, jadi kira-kira kita cukup dua bulan ini. Dua bulan ini, kira-kira Maret ya abis," katanya.


Kementan Dorong Kemendag Keluarkan Izin Impor

Meski stoknya sudah tipis, Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi menjanjikan persediaan bawang putih akan tetap aman hingga Lebaran 2020 nanti.

Agung menyebut, stok tambahan akan diperoleh dari produksi dalam negeri yang sebentar lagi memasuki musim panen. Ia juga mengaku telah mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk segera menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) bawang putih.

"Kita mendorong Kemendag untuk mengeluarkan SPI setidaknya sebanyak 80 ribu ton saja, itu sudah bisa cukup, karena kita sendiri (Kementan) sudah mengeluarkan RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) untuk 103 ribu ton bawang putih," katanya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Belajar dari Italia, Seperti Apa Karantina Wilayah yang Efektif?

Jokowi Janjikan Bantuan ke Pekerja Informal agar Tidak Mudik di Tengah Wabah Korona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18