Stok Bawang Putih dari Tiongkok Berkurang, Harga Naik di Tingkat Bandar

"Saya kurang tahu juga sih pastinya, kenapa-kenapanya, cuman yang saya dengar ya katanya karena itu juga mungkin, karena belum ada lagi pengiriman dari Cina atau gimana."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 05 Feb 2020 15:12 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Stok Bawang Putih dari Tiongkok Berkurang, Harga Naik di Tingkat Bandar

Pedagang bawang putih di Pasar Induk Kramat Djati, Jakarta, Rabu (5/2/2020). (Foto: KBR/Wahyu Setiawan)

KBR, Jakarta - Sejumlah pedagang di Pasar Induk Kramat Djati, Jakarta, mengeluhkan kenaikan harga bawang putih dalam sepekan terakhir.

Salah satu pedagang, Ilham, menyebut kenaikan harga itu terjadi di tingkat bandar.

"Saya kurang tahu juga sih pastinya, kenapa-kenapanya, cuman yang saya dengar ya katanya karena itu juga mungkin, karena belum ada lagi pengiriman dari Cina atau gimana. Ya, impor bawang belum ada lagi gitu," kata Ilham, seorang pedagang bawang putih, kepada KBR di Pasar Induk Kramat Djati, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Saat ini Ilham menjual bawang putih dengan harga Rp60 ribu perkilogram, naik jauh dari harga semula Rp26 ribu perkilogram. Ilham mengaku kenaikan harga ini membuat dagangannya jadi sepi pembeli, dan omzetnya menurun hampir Rp6 juta.

Hal serupa dialami pedagang lainnya, Paryanto. Kini Paryanto menjual bawang putih jenis kating seharga Rp60 ribu perkilogram, dari harga awalnya Rp30 ribu perkilogram. Begitu juga dengan bawang putih jenis banci, naik dari Rp28 ribu perkilogram menjadi Rp55 ribu perkilogram.

Imbas kenaikan harga juga dikeluhkan pedagang lain, Jayati. Kata dia, sejumlah orang tak jadi belanja bawang putih karena harganya naik tajam.

"Ya orang baru saja nanya harganya berapa, langsung kaget, tidak jadi beli. Tidak rugi, cuma sepi saja. Ya semoga diturunin agar harga stabil," kata Jayati.

Jayati pun berharap pemerintah kembali membuka keran impor bawang putih untuk menurunkan harga di pasaran.

"Janganlah (disetop impornya), kasian. Saya di sini kalau kemahalan juga lambat (jualnya)," keluhnya. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Bagaimana Ketersediaan Tenaga Medis untuk Penanganan Covid-19

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Benarkah Ada Microchip Dipasang dalam Vaksin?