Polri: Siapa Sembunyikan Harun Masiku Bakal Dipidana

"Tepat sekali kalau KPK mengatakan andaikan ada yang melindungi dari buronan-buronan ini, termasuk mereka yang berpotensi sebagai pelanggar pidana."

BERITA | NASIONAL

Senin, 17 Feb 2020 18:47 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Polri: Siapa Sembunyikan Harun Masiku Bakal Dipidana

Harun Masiku, politikus PDIP yang kini menjadi buronan KPK. (Foto: www.kpu.go.id)

KBR, Jakarta- Polri bakal memidanakan pihak yang sengaja menyembunyikan Harun Masiku.

Harun yang kini buron telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru bicara Mabes Polri, Asep Adi Saputra, mengatakan, dalam konteks aturan pidana, pihak yang turut membantu melindungi tersangka bisa masuk dalam penyertaan pidana juga.

Namun, kata dia, hingga sekarang belum ada indikasi Harun sengaja disembunyikan.

"Jadi tepat sekali kalau KPK mengatakan andaikan ada yang melindungi dari buronan-buronan ini, termasuk mereka yang berpotensi sebagai pelanggar pidana. Karena menyembunyikan buronan atau tersangka itu merupakan bagian untuk menghambat atau menutupi dari proses penyelidikan terhadap keberadaan yang bersangkutan," kata Asep di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Juru bicara Mabes Polri, Asep Adi Saputra mengklaim Polri serius dalam membantu KPK mencari keberadaan Harun Masiku. Itu ditandai dengan keterlibatan 34 Polda dalam mencari bekas caleg PDIP tersebut. Namun kata Asep, tak ada tenggat waktu dalam pencarian Harun. 

"Penanganan kasus pada setiap persoalan kan berbeda. Ada yang cepat, ada juga yang memerlukan waktu cukup lama. Tapi yang jelas semua sedang bekerja sama untuk mencari tahu keberadaan Harun Masiku itu," ujarnya.

Harun Masiku ditetapkan sebagai tersangka suap terhadap bekas Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sekitar Rp600 juta. Duit itu diduga untuk mempermulus lajunya menjadi anggota DPR melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Gubernur Jakarta Usulkan Ojek Daring Tetap Boleh Layani Penumpang Selama PSBB

Kabar Baru Jam 17