Pemerintah Segera Kembangkan BBM Ramah Lingkungan Baru Berbasis Sawit

Green fuel berbasis sawit diklaim lebih ramah lingkungan dan harganya lebih murah dibanding BBM berbasis CPO.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 06 Feb 2020 22:17 WIB

Author

Dwi Reinjani

Pemerintah Segera Kembangkan BBM Ramah Lingkungan Baru Berbasis Sawit

Ilustrasi. Warga mengangkut tandan buah segar kelapa sawit di kawasan Muarojambi, Jambi, Jumat (15/2/2019). (Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan)

KBR, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Bridjonegoro mengatakan, pemerintah akan segera mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan berbasis sawit.

Bambang mengatakan rencana ini sebenarnya sudah digagas sejak lama, namun baru bisa terealisasi setelah tim besutan Profesor Subagyo dari ITB membuat katalis.

“Tadi sudah diberikan prioritas oleh Bapak Presiden dan didukung terutama oleh Kementerian BUMN, maupun badan pengelola dana sawit, untuk mulai dibangun pabrik minyak nabati industrial itu sendiri, untuk menghasilkan minyak inti sawit dari perkebunan," kata Bambang, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Menurut Bambang, pemerintah akan membuat dua pilot project di dua kabupaten yaitu di Musi Banyuasin di Sumatera Selatan dan Pelalawan di Riau.

Selain itu PT Pupuk Kujang bekerjasama dengan pertamina dan ITB juga akan mendirikan pabrik katalis nasional tahun ini, sehingga katalisnya bisa diproduksi dalam jumlah banyak.

Katalis merupakan zat yang bergungsi untuk mempercepat laju reaksi kimia atau memecah rantai pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan oleh reaksi itu sendiri. 

Sawit memiliki rantai senyawa kimia yang mirip dengan minya bumi. Hanya saja dalam susunan akhir rantai memiliki karbon, sehingga harus diubah dengan menggunakan katalis yang tepat agar bisa digunakan sebagai pengganti bensin, solar maupun avtur.

Penggunaan sawit sebagai bahan bakar atau green fuel oleh pemerintah, kata Bambang, adalah sebagai upaya mengurangi impor minyak yang sudah sangat berlebihan. Selain itu penggunaan green fuel selain ramah lingkungan juga harganya jauh lebih murah dibanding penggunaan bahan bakar berbasis CPO.

Green fuel merupakan campuran solar dengan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) yang juga produk turunan dari CPO. 


Menurut Bambang, selain industri hilirisasi terkait green fuel, Presiden Joko Widodo juga meminta kementerian mengutamakan pembuatan industri pesawat nirawak (drone) tempur, dan pembuatan garam industri yang terintegrasi. Tiga proyek utama tersebut menurut Bambang akan segera dilakukan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Indonesia Hormati Penangguhan Sementara Ibadah Umrah dari Arab Saudi