Novavax Akan Uji Coba Vaksin COVID-19 Pertengahan 2020

Sedangkan WHO dan tim ilmuwan dari Hong Kong belum mengumumkan kapan vaksin hasil riset mereka akan diujicobakan ke pasien COVID-19.

BERITA | INTERNASIONAL

Jumat, 28 Feb 2020 11:52 WIB

Author

Adi Ahdiat

Novavax Akan Uji Coba Vaksin COVID-19 Pertengahan 2020

Waspada COVID-19, warga Seoul, Korea Selatan naik kereta bawah tanah dengan memakai masker, Kamis (20/2/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta- Perusahaan bioteknologi asal Swedia, Novavax, tengah mengembangkan vaksin untuk COVID-19.

"Pengalaman kami dengan virus corona lain, seperti MERS dan SARS, memungkinkan kami bergerak cepat untuk mengatasi COVID-19 dan merancang kandidat vaksinnya," kata CEO Novavax Stanley Erk kepada Drug Target Review, Kamis (27/2/2020).

Novavax mengklaim sudah melakukan sejumlah uji coba pra-klinis ke binatang. Mereka menargetkan akan terus mengembangkan vaksinnya, dan melakukan uji coba manusia pada pertengahan 2020.

"Kami sekarang berada dalam posisi yang baik untuk memajukan kandidat vaksin COVID-19 ke pengujian klinis Fase I pada bulan Mei atau Juni,” kata Stanley.

Selain Novavax, riset vaksin COVID-19 juga dilakukan oleh belasan laboratorium mitra WHO di berbagai negara mulai dari Cina, Jepang, India, Singapura, Thailand, Inggris, Amerika Serikat, sampai Rusia.

Namun, sampai Jumat (28/2/2020) WHO belum mengumumkan kapan target spesifik hasil riset mereka akan diujicobakan pada manusia.


Tim Ilmuwan Hong Kong Masih Identifikasi Virus Penyebab COVID-19

Di tempat terpisah, tim ilmuwan dari Hong Kong menyatakan masih berupaya mengidentifikasi virus SARS COV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19.

"Meski ada kesamaan antara SARS dan SARS COV-2, mereka memiliki variasi genetik, dan tidak jelas apakah epitope (struktur biologis) yang imun terhadap SARS bisa efektif juga terhadap SARS COV-2," kata Prof. Matthew McKay, pimpinan tim ilmuwan dari Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) kepada EurekAlert, Rabu (26/2/2020).

"Kami menemukan bahwa hanya 20 persen dari epitope SARS yang identik dengan SARS Cov-2, dan kami yakin ini bisa menjadi kandidat (vaksin) yang menjanjikan," lanjutnya.

Kendati demikian, tim Prof. Matthew McKay belum menyampaikan kapan target spesifik hasil riset mereka akan mulai diujicobakan. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Pemerintah Akui Penerapan PSBB di Daerah Sulit

Kabar Baru Jam 17