Kemenkes Sebut Tingkat Kefatalan Virus Corona Novel Rendah

Johns Hopkins’ Center for Systems Science and Engineering membuat sistem informasi online, yang menyebut ribuan pasien positif corona virus Wuhan di berbagai penjuru dunia telah pulih.

BERITA | NASIONAL

Senin, 10 Feb 2020 23:29 WIB

Author

Dwi Reinjani

Kemenkes Sebut Tingkat Kefatalan Virus Corona Novel Rendah

Ilustrasi. Warga Shanghai membungkus diri dengan plastik agar tak tertular virus Corona Wuhan, Minggu (9/2/2020). (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan membenarkan adanya orang-orang yang sembuh setelah mendapat perawatan, meski sebelumnya dinyatakan positif terkena virus corona novel (2019 nCov) di Tiongkok.

Kepala Litbang Kementerian Kesehatan, Siswanto mengatakan tingkat kematian atau kefatalan dari virus tersebut memang cukup rendah.

“Kan ada dari web itu keliatan, ada yang istilahnya sembuh cured. Ada memang, jadi secara umum Novel Coronavirus itu fatalisnya rendah. Sekitar, mungkin sekarang begitu kasusnya sudah naik, tapi itu di bawah 1 persen," kata Siswanto kepada KBR, di Kompleks Istana Presiden, Senin (10/2/2020).

Sebelumnya Johns Hopkins’ Center for Systems Science and Engineering membuat sistem informasi online, yang menyebut ribuan pasien positif corona virus Wuhan di berbagai penjuru dunia telah pulih. Menurut data Johns Hopkins CSSE, ada 3,570-an orang pasien pulih, sebagian besar di Provinsi Hubei di Cina daratan.

Menurut Siswanto, informasi itu mungkin terjadi. Namun ia tidak bisa memastikan apa saja yang dilakukan tim kesehatan di sana pada saat melakukan karantina, atau bagaimana keadaan awal para pasien sebelum dikarantina.

“(Ini memang terjangkit atau suspek?) tidak tahu kalau itu," kata Siswanto.

Pada akhir 2019 pemerintah China mengumumkan penemuan virus baru mematikan varian baru. Virus yang baru ditemukan itu diberi nama novel coronavirus (2019-nCoV). Virus ini digolongkan pada virus yang menyerang bagian pernafasan seperti virus SARS atau virus Mers.

Virus mematikan ini hingga 10 Februari 2020, telah menjangkit lebih dari 40 ribu orang di dunia, mayoritas di Tiongkok. Sebanyak 910 orang meninggal.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

KPK Hentikan Puluhan Penyelidikan Kasus Korupsi

Sulap Limbah Jadi Produk

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13