ESDM: Wabah COVID-19 Belum Ganggu Ekspor Batu Bara ke Cina

"Corona kalau dari sisi batu bara mungkin belum (berdampak), ini kan baru sebentar," kata Dirjen Minerba ESDM.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 12 Feb 2020 11:13 WIB

Author

Adi Ahdiat

ESDM: Wabah COVID-19 Belum Ganggu Ekspor Batu Bara ke Cina

Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang,Sumatera Selatan, Rabu (15/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan wabah COVID-19 belum mengganggu ekspor batu bara Indonesia ke Cina.

"Corona kalau dari sisi batu bara mungkin belum (berdampak), ini kan baru sebentar. Mungkin kalau kami lihat alasannya (batu bara) sebagai energi, bukan komoditas untuk industri," jelas Dirjen Minerba Bambang Gatot Ariyono di situs Kementerian ESDM, Rabu (12/2/2020).

"Kalau sudah enam bulan baru kelihatan. Saya nggak tau selesai kapan (virusnya). Kita lihat nanti," ujar Bambang.

"Sejauh ini, pemerintah belum menerima laporan khusus atas terganggunya kegiatan perdagangan Indonesia-Cina di sektor mineral dan batubara akibat penyebaran COVID-19. Perusahaan belum ada yang datang ke kami untuk mengurangi produksi atau ekspor ke Tiongkok," lanjutnya.

Kementerian ESDM menyebut Cina merupakan tujuan ekspor terbesar Indonesia. Sekitar 30 persen dari total produksi batu bara nasional diekspor ke sana, dan saat ini seluruh aktivitas investasi serta operasional komoditas batu bara diklaim masih berjalan normal.


Harga Batu Bara Naik

Menurut Dirjen Minerba Bambang Gatot Ariyono, harga batu bara justru naik di tengah merebaknya wabah COVID-19.

"Merosotnya pasokan batu bara Tiongkok mengakibatkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) bulan Februari 2020 ikut terkerek ke angka USD66,89 per ton. Harga batu bara naik sedikit," ungkap Bambang.

Menurut Bambang, kenaikan harga itu juga dipengaruhi meningkatnya permintaan batu bara di sejumlah negara seperti Jepang dan Korea Selatan selama musim dingin.

"Sementara India dan Tiongkok membatasi impor (batu bara) dan memanfaatkan produksi dalam negerinya sendiri," jelas Bambang.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

RUU Ketahanan Keluarga Campuri Ranah Pribadi?

Kabar Baru Jam 13

Choirul Anwar: Masyarakat Harus Bijak Gunakan Popok