Awal 2020, Hampir Sejuta Orang Indonesia Mengungsi Akibat Bencana

Bencana yang dominan di awal tahun 2020 adalah banjir. Banjir paling banyak terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 11 Feb 2020 11:01 WIB

Author

Adi Ahdiat

Awal 2020, Hampir Sejuta Orang Indonesia Mengungsi Akibat Bencana

Relawan menggelar acara 'trauma healing' untuk pengungsi bencana longsor dan banjir bandang di Sukajaya, Bogor, Jawa Barat (11/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Selama periode Januari-Februari 2020 hampir sejuta orang di berbagai wilayah Indonesia mengungsi akibat bencana. Hal ini dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"BNPB mencatat lebih dari 400 bencana terjadi hingga minggu ketiga Februari 2020, atau per 10 Februari 2020," jelas humas BNPB Agus Wibowo dalam rilisnya, Senin (10/2/2020).

"Bencana hidrometeorologi dominan terjadi hingga mengakibatkan korban meninggal dunia 94 orang dan hilang 2 orang." 

"Bencana hidrometeorologi yang dominan tersebut yaitu banjir 171 kejadian, puting beliung 155, tanah longsor 98 dan gelombang pasang atau abrasi 2. Dari sejumlah kejadian ini, banjir merupakan bencana yang paling banyak mengakibatkan korban meninggal dunia, yaitu 86 orang, disusul tanah longsor 5 dan puting beliung 3."

"Sebanyak 994.932 orang tercatat menderita dan mengungsi akibat bencana. Tiga wilayah provinsi dengan jumlah bencana tinggi yaitu Jawa Tengah 119 kejadian, Jawa Barat 72 dan  Jawa Timur 69," lanjut Agus.

Berita Terkait: 

Data Tambahan: Ribuan Keluarga di Musi Rawas Kebanjiran

Saat BNPB merilis laporannya, bencana banjir melanda Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Senin siang (10/2/2020) sehingga data korbannya terpisah.

Menurut laporan BNPB, banjir di Musi Rawas merendam 2.744 rumah dan berdampak pada 2.744 keluarga.

"Namun demikian, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa banjir ini. Di samping rumah terendam banjir, satu jembatan gantung mengalami rusak sedang akibat banjir," jelas humas BNPB Agus Wibowo, Senin malam (10/2/2020).

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas telah berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya. BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan darurat dan pemantauan kondisi di lapangan. Dinas kesehatan mendirikan pos komando (posko) di desa terdampak untuk mengomando penanganan darurat," lanjutnya.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada