Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Swasembada Bawang Putih 2021

"Dengan situasi seperti ini, kita tanya kepada Kementan, rencana swasembada yang sudah berjalan sampai hari ini sejauh mana?"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 05 Feb 2020 16:12 WIB

Author

Resky Novianto, Adi Ahdiat

Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Swasembada Bawang Putih 2021

Ilustrasi: Sekitar 95 persen stok bawang putih nasional berasal dari impor. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Ketua Asosiasi Hortikultura Anton Muslim Arbi menagih janji pemerintah soal swasembada bawang putih.

Sebelumnya, Menteri Pertanian periode 2014-2019 Amran Sulaiman pernah menargetkan swasembada itu akan tercapai tahun 2021.

Tapi, sampai sekarang Anton mengaku belum tahu perkembangan langkah pemerintah mengejar target tersebut. 

"Untuk kebutuhan pasar itu sendiri selama ini (bawang putih) kan memang dipasok dari impor. Dengan situasi seperti ini, kita tanya kepada Kementan, rencana swasembada yang sudah berjalan sampai hari ini sejauh mana? Bisa tidak mereka masuk pasar (dalam negeri)? Itu lho masalahnya," terang Anton kepada KBR, Rabu (5/2/2020).

Anton menilai pemerintah mestinya fokus berusaha mewujudkan swasembada bawang putih. Sebab, ketergantungan pada negara lain sangat berisiko, terutama jika terjadi hal-hal yang memaksa dilakukannya pembatasan impor.

"Selama ini Kementan fokus bagaimana, ketersediaan stok dalam negeri itu bisa tidak untuk dipasok dalam negeri? Selama ini kan kita juga bergantung bahan sayur-sayuran dari Cina," ujar Anton.


Peneliti: Harus Ada Penambahan Sentra Produksi Bawang Putih

Sebelumnya, target swasembada bawang putih sudah pernah dievaluasi sejumlah peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yakni Adi Hadianto, Dea Amanda, dan Prisilia Kristin Asogiyan.

Dalam laporan Analisis Pencapaian Swasembada Bawang Putih Indonesia (2019), mereka mengungkapkan bahwa pencapaian target itu masih jauh dari kenyataan.

"Luas areal (penanaman bawang putih) yang cenderung stagnan selama beberapa tahun terakhir dan tingkat produktivitas yang masih rendah menjadi penyebab utama kesenjangan antara produksi dan konsumsi bawang putih di Indonesia, sehingga target swasembada tidak bisa dicapai," tulis Adi dkk. (2019) dalam laporannya.

Menurut data yang dihimpun Adi dkk. (2019), selama periode 2014-2019 Kementan belum pernah berhasil memenuhi target produksi bawang putih nasional.

Luas lahan produksi bawang putih di Indonesia juga cenderung terus menyusut. Sepanjang periode 1990-1998 luas area panen bawang putih berada di atas 15.000 hektare. Tapi, pada periode 2004–2016 luasnya sudah merosot jauh hingga kurang dari 5.000 hektare.

Dengan area tanam 'sesempit' itu, Adi dkk. (2019) menghitung sampai sekarang Indonesia hanya mampu memproduksi bawang putih sekitar 22.000 ton per tahun. Padahal, kebutuhan konsumsinya sudah mencapai kisaran 570.000 ton per tahun.

Akibatnya, setiap tahun Indonesia harus menutup kekurangan ratusan ribu ton bawang putih dengan cara impor.

Demi memperbaiki kondisi tersebut, Adi dkk. (2019) menyarankan pemerintah memperluas area tanam dan membuka sentra-sentra produksi bawang putih baru.

"Untuk itu diperlukan luas areal tanam sekitar 70 ribu hektare untuk menutupi kekurangan produksi 500 ribu ton, atau 80 ribu hektare untuk menutupi kekurangan produksi 600 ribu ton," jelas Adi dkk. (2019).

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mengusung Pilkada yang Sehat dan Berkualitas