Arab Saudi Hentikan Penerimaan Umrah, Menlu Minta Bisa Tetap Laksanakan Umrah

“Kiranya yang sudah terlanjur landing dapat diperkenankan, walau katakanlah ada pemeriksaan-pemeriksaan kesehatan dan sebagainya kita serahkan.”

BERITA | NASIONAL

Kamis, 27 Feb 2020 16:24 WIB

Author

Dwi Reinjani

Arab Saudi Hentikan Penerimaan Umrah, Menlu Minta Bisa Tetap Laksanakan Umrah

Masjidil Haram, Arab Saudi. (Foto: Kemenag)

KBR, Jakarta-  Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, pemerintah telah melakukan lobi atau berkomunikasi dengan Kerajaan Arab Saudi, melalui duta besarnya yang berada di Indonesia. Retno mengatakan komunikasi tersebut dilakukan terkait para jemaah umrah yang sudah terlanjur terbang menuju Arab agar tetap dapat di terima di sana.

“Tadi menyampaikan apakah bisa untuk yang sudah terbang itu, dan akan segera mendarat waktu tadi waktu saya bicara itu pukul 8 waktu Saudi, dan akan ada pendaratan pertama yang dari Indonesia itu sekitar pukul 1 siang. Jadi teman-teman baik yang di Riyad maupun di Jedah dan dari saya dari Jakarta juga melakukan pendekatan, kiranya yang sudah terlanjur landing itu dapat diperkenankan untuk umrah,” ujar Retno, di kompleks Istana Presiden, Kamis (27/02/2020).

Lobi-lobi tersebut dilakukan lantaran kebijakan penutupan sementara kunjungan umrah oleh Arab Saudi berlaku mendadak setelah diumumkan. Maka dari itu hingga saat ini pemerintah masih melakukan lobi agar para jamaah tetap bisa difasilitasi dengan layak untuk melakukan umrah.

“Kiranya yang sudah terlanjur landing dapat diperkenankan, walau katakanlah ada pemeriksaan-pemeriksaan kesehatan dan sebagainya kita serahkan.” Ujar Retno.

Namun menurutnya sampai saat ini pemerintah Indonesia belum mendapat jawaban terkait hal itu dari otoritas Arab Saudi. Retno mengatakan paham betul terkait kebijakan pembatasan, bahkan ia memaklumi hal itu sebagai bentuk perlindungan kepada warganegaranya, namun ia berharap permintaan Indonesia terkait izin bagi jamaah umrah yang telah sampai, tetap bisa melaksanakan ibadahnya.

Terkait Jamaah Umrah yang sudah ada di Arab Saudi, menurut Retno tidak ada masalah dan tetap diizinkan beraktifitas seperti biasa. Namun itu merupakan informasi sementara, karena informasi kebijakan lanjutan pemerintah Arab Saudi akan sangat dipengaruhi dari penyebaran COVID-19 di dunia.

Sebelumnya Kerajaan Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jamaah umrah  menyusul maraknya penyebaran virus Sarcov-2  atau penyakit Covid-19 di seluruh dunia. Seperti dilaporkan kantor berita SPA, Kamis (27/2/2020), Kemlu menyatakan bahwa otoritas kesehatan Saudi mengikuti perkembangan terkait penyebaran virus korona yang kini juga telah menjangkiti negara tetangga di Timur Tengah, seperti Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Saudi juga menghentikan izin masuk menggunakan visa turis dari negara-negara yang tengah mengalami wabah virus korona.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menangguhkan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan dalam upaya mencegah penyebaran virus corona baru.

"Telah dilaksanakan penangguhan masuknya warga non-Saudi ke Kerajaan Saudi untuk tujuan umrah dan kunjungan lain serta penghentian penerbitan visa untuk sementara," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Umrah Arab Saudi Abdulaziz bin Wazzan dalam siaran pers Kementerian Haji Arab Saudi yang diterima di Jakarta, Kamis.

"Kementerian juga mengkonfirmasi perusahaan-perusahaan umrah dan agen luar negeri untuk membatalkan pemesanan apapun sejak diterbitkannya pengumuman ini sampai pemberitahuan lebih lanjut," katanya.

Dia mengatakan kebijakan itu diambil sebagai bagian dari upaya Kerajaan Arab Saudi untuk mencegah masuknya COVID-19.

Arab Saudi, tempat Kota Suci Mekkah dan Madinah berada, menjadi tujuan Muslim dari berbagai belahan dunia yang hendak menunaikan ibadah haji dan umrah.

Menurut ​​​​​​laporan Organisasi Kesehatan Dunia per tanggal 25 Februari 2020, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi secara global mencapai 81.109 dengan penambahan 871 kasus baru yang meliputi 459 kasus baru di 37 negara di luar China dan 412 kasus baru di China.

Di antara negara yang melaporkan kasus COVID-19 ada negara berpenduduk Muslim seperti Uni Emirat Arab, Malaysia, Irak, Iran, Kuwait, Bahrain, Afghanistan, Oman, dan Mesir.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Ayo Belajar Kriya dan Seni

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Sejumlah Daerah di Indonesia Mulai Terapkan Karantina Wilayah