Anies Sebut Proyek Revitalisasi Monas akan Dilanjutkan

Anies mengklaim revitalisasi yang dilakukan pemerintah DKI tidak sembarangan. Mereka merujuk pada Keppres 25 tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah DKI.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 05 Feb 2020 20:17 WIB

Author

Dwi Reinjani

Anies Sebut Proyek Revitalisasi Monas akan Dilanjutkan

Seorang berjaga saat penanaman pohon di lokasi revitalisasi Plaza Selatan Monas, Jakarta, Selasa (4/2/2020). (Foto: ANTARA/Dhemas R)

KBR, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan proyek revitalisasi kawasan selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat tetap akan di lanjutkan.

Namun sementara proyek masih dihentikan, untuk menunggu arahan dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka. Komisi Pengarah bakal melakukan rapat kembali mengenai gambaran perubahan.

“Secara prinsip yang tadi dibahas konsentrasinya pada kawasan selatan. Kawasan selatan itu akan diteruskan, mengapa diteruskan karena sejalan dengan Keppres 25 tahun 1995,” kata Anies usai mengikuti rapat Komisi Pengarah, di Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Anies mengklaim revitalisasi yang dilakukan pemerintah DKI tidak sembarangan. Mereka merujuk pada Keppres 25 tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah DKI.

Ia mengakui selama ini pembangunan belum sesuai, lantaran banyak penambahan fasilitas lain yang akhirnya tidak sesuai peta Monas.

“Bahwa selama ini belum dimanfaatkan, selama ini belum dilakukan. Karena disisi lain ada penambahan. Seperti lapangan olah raga di sisi timur, lalu penambahan pagar yang dulu tidak ada. Lalu ada penambahan lahan parkir, penambahan taman aspirasi. Jadi ada penambahan selama ini, yang kita buat sekarang sesuai," Ujar Anies.

Anies menambahkan kelanjutan pembangunan akan mengikuti arahan Komisi Pengarah setelah melakukan rapat teknis kembali pada Kamis, 6 Februari 2020. Anies mengatakan pemerintah DKI akan memperlihatkan gambar proyek kepada Komisi Pengarah untuk diteliti apa yang kurang dan perlu ditambah atau dihilangkan.

Proyek revitalisasi Monas sebelumnya dihentikan Komisi Pengarah lantaran disinyalir melanggar peraturan. Menteri Sekretaris Negara, Pratikno selaku Ketua Komisi Pengarah sempat mengatakan akan menghentikan permanen dan memberi sanksi jika terbukti ada kelalaian.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Perlindungan Hukum dan Pemulihan Korban Perdagangan Orang