Berharap Angpao Imlek, Ratusan Pengemis Serbu Wihara Dharma Bakti

Para pengemis bahkan sudah hadir sejak Senin kemarin

BERITA , NASIONAL

Selasa, 05 Feb 2019 09:29 WIB

Author

Resky Novianto

Berharap Angpao Imlek, Ratusan Pengemis Serbu Wihara Dharma Bakti

Ratusan Pengemis berburu angpao Imlek di Klenteng Dharma Bakti Petak Sembilan Glodok, Selasa (05/02/19). (Foto: KBR/Resky N.)

KBR, Jakarta- Asap dan aroma dupa wangi menyengat, tercium di area dalam Wihara Dharma Bakti di Tamansari, Jakarta Barat. Beberapa pengunjung terlihat, mengangkat dupa tinggi di atas kepala mereka, seraya berdoa untuk tahun baru Cina yang lebih baik lagi.

Di sisi lain bagian halaman wihara, ratusan pengemis musiman yang datang dari pelbagai penjuru jakarta bahkan luar jakarta, terlihat penuh sesak untuk menunggu pembagian angpao Tahun Baru Imlek. Hal ini merupakan kegiatan yang selalu dilakukan setiap tahunnya.

Salah satu pengemis asal Cengkareng, Jakarta Barat bernama Zubaedah mengaku datang ke Wihara Dharma Bakti bersama Suaminya. Mereka datang  sejak malam tadi, atau sehari sebelum hari raya imlek. Dia berharap mendapat berkah angpao, yang dibagikan pengunjung yang ingin bersedekah dan biasanya dia menunggu hingga satu hari penuh di Wihara ini.

Pengemis lainnya tampak menunggu di bawah beralaskan tikar dan dengan memakai payung masing-masing. Sinar matahari yang terik, tidak memupuskan semangat mereka menunggu sedekah.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.