Share This

Komnas HAM Usut Kematian Terduga Teroris MJ

"Sedang berjalan dari beberapa hari lalu. Komnas HAM sedang melalukan pemantauan. Semua pihak didatangi,"

BERITA , NASIONAL

Jumat, 23 Feb 2018 13:07 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga mengklaim  tengah mendalami kasus tewasya terduga teroris asal Lampung, MJ, pasca ditangkap Detasemen Khusus Antiteror. Sikap tersebut menyusul dugaan adanya pelanggaran HAM Densus saat memeriksa MJ.

"Sedang dipantau. Saya tidak bisa sampaikan. Sedang berjalan dari beberapa hari lalu. Komnas HAM sedang melalukan pemantauan, kalau pemantauan kami, memang semua pihak didatangi, baik langsung maupun sekunder. Dari berita dan lain-lain. Saya bukan timnya, yang tahu tim pemantau," kata dia singkat kepada KBR di kantor Amnesty Internasional, Jakarta Pusat, Kamis (22/2).

Baca: Kalangan Sipil Pertanyakan Kematian Terduga Teroris MJ

Sandra mengaku belum tahu lamanya waktu pemantauan itu. Dia  menegaskan, tidak bisa menyampaikan hasil pemantauan sementara yang tengah dikerjakan Komnas HAM.

MJ merupakan terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Cipancuh, Haurgeulis, Indramayu bersama sang istri yang berinisial ASN (17). Dia tewas pada 7 Februari lalu, setelah ditangkap Densus Antiteror.

Polisi mengklaim, MJ tewas karena serangan jantung. Padahal, saat Densus menangkap, MJ dalam kondisi sehat.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.