Karhutla, Riau Tetapkan Status Siaga

"Empat kabupaten sudah menetapkan siaganya. Indragiri Hilir, Pelalawan, Bengkalis, dan Meranti. "

BERITA | NASIONAL

Selasa, 20 Feb 2018 10:17 WIB

Author

Ria Apriyani

Karhutla, Riau Tetapkan Status Siaga

Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Riau menggelar Rapat Koordinasi dan penetapan status siaga darurat penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan provinsi Riau 2018 di Pekanbaru, Riau, Senin (19/2). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger mengatakan keputusan itu diambil setelah terjadi kenaikan jumlah kebakaran dan titik panas di provinsi itu.

Sepuluh hari terakhir, BMKG mencatat 22 titik panas ditemukan di Riau.

"Empat kabupaten sudah menetapkan siaganya. Indragiri Hilir, Pelalawan, Bengkalis, dan Meranti. Dengan adanya itu, maka terpenuhi provinsi Riau menetapkan siaga," ujar Edwar saat dihubungi KBR, Senin (19/2).

Edwar menambahkan peningkatan titik panas sudah terjadi sejak awal tahun. Sejak Januari, 549 hektare lahan sudah terbakar. Sebagian besar terletak di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Indragiri Hulu. Termasuk di dalamnya lahan percontohan Badan Restorasi Gambut.

BPBD menurut dia sudah meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Edwar berharap bantuan helikopter water bombing dan pesawat patroli.

"Kebutuhan kita banyak. Tahap awal minimal kita dikasih satu helikopter patroli dan dua heli water bombing itu bisa kita optimalisasi beberapa waktu ke depan."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar