Jokowi: Google Berkomitmen Latih 1000 Technopreneur

"Facebook, Google, Plug and Play telah memberikan komitmen untuk kerja sama pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 19 Feb 2016 20:25 WIB

Author

Ninik Yuniati

Jokowi: Google Berkomitmen Latih 1000 Technopreneur

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers hasil kunjungannya ke Amerika Serikat. (Foto: Setpres/Kris)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menjalin kerja sama pengembangan ekonomi digital dengan perusahaan teknologi informasi di Silicon Valley, Amerika Serikat. Jokowi mengatakan, Google telah berkomitmen memberikan pelatihan bagi 1000 wirausaha berbasis teknologi atau technopreneur di Indonesia hingga 2020.

Kata Jokowi, kerja sama tersebut ditujukan untuk mengangkat usaha kecil dan menengah.

"Dalam pembicaraan saya dengan Facebook, Google, Plug and Play, mereka telah memberikan komitmen untuk kerja sama pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Dengan Google, misalnya, terdapat komitmen pelatihan 1000 technopreneur sampai nanti tahun 2020 dan juga dengan perusahaan-perusahaan yang lain juga akan ditindaklanjuti," kata Jokowi di Halim Perdanakusuma, Jumat (19/2).

Joko Widodo menambahkan, selain kerja sama di sektor ekonomi, dirinya juga mengajak perusahaan di SIlikon Valley untuk berkontribusi aktif mewujudkan perdamaian. Jokowi meminta industri sosial media untuk mempromosikan pesan, konten dan narasi toleransi dan perdamaian.

"Saya mengajak industri sosial media untuk bergabung dengan kita dalam menyebarkan narasi nilai-nilai toleransi, moderasi dan perdamaian. Saya juga sangat senang mereka sangat antusias membantu inisiatif kita yang kita namakan empowering leaders of peace," kata Jokowi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Sejumlah Kendala Vaksinasi Lansia

Kabar Baru Jam 8

Perkara Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

Kabar Baru Jam 10