Bagikan:

Perludem: Iuran Anggota Macet, Parpol Disokong Para Cukong

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengatakan dana partai politik sekarang banyak dipasok oleh para donatur ketimbang anggotanya.

BERITA

Rabu, 12 Feb 2014 10:26 WIB

Perludem: Iuran Anggota Macet, Parpol Disokong Para Cukong

perludem, parpol, dana pemilu, cukong

KBR68H Jakarta - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengatakan dana partai politik sekarang banyak dipasok oleh para donatur ketimbang anggotanya. 


Ketua Perludem Didik Supriyanto menjelaskan pada era pemilu 1955, parpol memperoleh dana dari anggotanya karena ikatan ideologi. Sementara saat ini, ikatan ideologis mulai pudar, sehingga iuran anggota parpol banyak yang macet. 


Menurut Didik, hal ini memicu parpol menggali dana dari para donatur. Karena itu Didik mengatakan KPU perlu membuat aturan jelas soal dana kampanye


”Di situlah pentingnya kenapa dana kampanye itu diatur, supaya pada paska pemilu nanti, ketika mereka terpilih, mereka tidak dikendalikan oleh penyumbang. Sebab mereka menduduki jabatan politik, jabatan publik itu diharapkan bekerja untuk masyarakat, bekerja untuk orang banyak. kalau mereka dikendalikan oleh para penyumbang, kan bukan politisi mereka. Mereka kaki tangan cukong kan gitu kira-kira" kata Didik Suprayitno. 


Didik Supriyanto menambahkan, adanya aturan dana kampanye bertujuan agar parpol atau calon dewan tidak dikendalikan oleh para donaturnya. Namun, aturan dana kampanye yang ada saat ini dinilai lemah karena masih banyak celah yang bisa ditelikung. Parpol melakukan manipulasi data dengan melaporkan hanya sekitar sepertiga dari angka yang sebenarnya. 


Editor: Antonius Eko 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih