Keterpurukan Menciptakan Peluang Berbisnis

BERITA

Minggu, 09 Feb 2014 08:15 WIB

Author

Gun Gun Gunawan

Keterpurukan Menciptakan Peluang Berbisnis

Inspiratif, bisnis kreatif

KBR68H, Jakarta - Situasi sulit kadang menciptakan peluang bagi seseorang untuk memunculkan ide-ide kreatif. 


Ini terjadi pada Yehezkiel Zebua atau yang lebih akrab disapa Leo.  Meski umurnya masih tergolong muda, ia sudah menjadi seorang motivator di bidang pemasaran dengan penghasilan 20 juta rupiah per bulan. 


Cerita Leo cukup panjang hingga akhirnya dia menjadi seperti sekarang ini. Dalam program Obrolan Ekonomi KBR68H, Leo bercerita kalau saat itu ibunda tercintanya jatuh sakit dan membutuhkan biaya perawatan yang sangat banyak. Saat itulah ia memutuskan untuk mencari uang sendiri. Mulai berdagang minuman kemasan, hingga ia kemudian berjualan produk-produk seperti tas iPad dan boneka melalui website Kaskus. 


Menurut Leo, usahanya dimulai dengan modal Rp 15 ribu. Saat itu dia mulai bisnis penjualan pulsa. 


“Saya cari di internet bisnis pulsa yang tidak perlu pakai deposit uang,” kata Leo. 


Dia sadar meskipun skalanya kecil bisnis pulsa cukup banyak dan loyal pelanggannya. 


“Biasanya teman saya yang pacaran kan pasti butuh banyak pulsa,” kelakarnya.


Setelah beberapa waktu berjualan pulsa, Leo mulai sadar usahanya harus lebih besar. Dia pun memutuskan banting stir ke usaha lain. 


“Kebetulan saya suka main band. Jadi saya coba saja jual alat efek gitar milik saya,” ujarnya. 


Dia menjual efek gitarnya seharga Rp 400 ribu. Tak butuh waktu lama akhirnya namanya mulai dikenal di dunia anak band sebagai penjual efek gitar. 


“Saya jual lewat online saja. Kalau buka toko di jakarta mungkin tidak ter-cover,” ujar Leo.


Leo mengklaim pelanggannya tersebar hingga Kalimantan.”Setelah mulai dipercaya di forum internet, saya juga mulai menjadi suplier adaptor untuk efek gitar listrik,” tambah Leo. 


Setelah punya usaha, Leo mengaku sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Dia bahkan bisa membantu pengobatan ibunya. Di usia yang masih terhitung belia, dengan penghasilan yang besar ternyata belum membuat Leo puas. Dia pun berfikir untuk membuat lini usaha lain. 


“Saat itu lagi trend iPad dan game Angry Bird. Makanya saya mulai memasarkan casing iPad bergambar Angry Bird. Saya ambil barangnya dari Bandung. Ternyata penerimaan pasar cukup bagus,” terang Leo. 


Sukses di dunia usaha tidak membuat Leo lupa soal investasi terutama pendidikan. Leo dikenal doyan buang duit untuk berbagai pelatihan dan seminar. Salah satunya bahkan bertarif Rp 17 juta sekali datang. 


“Saya yakin uang yang dikeluarkan untuk investasi otak akan kembali berpuluh kali lipat ntukmengisi dompet saya,” tegasnya. 


Haus ilmu ini juga dipenuhi Leo dengan bantuan teman-temannya. 


“Sekalian saya main ke rumah teman, saya sering lihat buku-buku bagus di rumah teman saya. Lalu saya pinjam ke orang tua teman saya. Seperti buku Robert T Kiyosaki,” ceritanya. 


Menurut Leo, kesuksesan sepaket dengan kegagalan. Dia pun mengaku tidak selalu  sukses saat berbisnis. 


“Tahun lalu saya merugi hingga puluhan juta saat berniat membuat usaha percetakan,” ceritanya. 


Menurutnya, meski sudah belajar dari kegagalan orang lain, adakalanya kita akan mengalami kegagalan juga. 


“Yang penting jangan menyerah,” ujarnya.


Sukses di usia muda ternyata tidak membuat Leo menjadi keranjingan harta. Dia mengaku akan pensiun dini. “Lima sampai sepuluh tahun lagi saya akan pensiun. Sebagai gantinya saya akan banyak beramal dan menggeluti dunia sosial dengan menjadi pembicara,” ujarnya. 


Dia berharap tidak hanya sukses secara finansial, namun juga dapat memberikan dampak untuk orang di sekitar. 


“Maka dari itu saya kurang setuju dengan kecenderungan anak muda sekarang yang tidak mau keluar dari zona nyaman,” ujarnya. 


Menurutnya, ketimbang menjadi pegawai atau PNS, lebih baik menjadi wirausahawan dan membuka lapangan kerja baru. “Memang sih resikonya besar,” tandasnya.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik