BNPB: Warga dan Pemda Mesti Belajar Kenali Bencana

Indonesia punya 129 gunung berapi. Ada 18 gunung yang kini berstatus waspada.

BERITA

Minggu, 09 Feb 2014 07:42 WIB

Author

Gun Gun Gunawan

BNPB: Warga dan Pemda Mesti Belajar Kenali Bencana

Bencana, gunung berapi, mitigasi bencana

KBR68H, Jakarta - Status Gunung Kelud di Jawa Timur sudah dinaikkan menjadi waspada oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Artinya, jumlah gunung berstatus sama menjadi 18 buah, yang tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi dan Sumatera. 


Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Sugeng Tri Utomo mengatakan, Indonesia memang memiliki gugusan gunung berapi terbesar di dunia. “Kita punya 129 gunung berapi,” tuturnya. 


Dia menambahkan, beberapa gunung memang tengah meningkat aktivitas vulkaniknya. “ Selain Sinabung, kita juga mewaspadai Gunung Kelud,” katanya. Namun tidak semua gunung aktif pada waktu yang bersamaan. 


Selain itu, dia menyatakan telah menurunkan tim ke gunung-gunung yang potensial meletus dalam waktu dekat. “Kita sudah kirim tim ke Gunung Kelud. Mereka telah memetakan kemungkinan letusan,” kata Sugeng.


Sugeng menambahkan, setiap gunung berapi punya siklusnya tersendiri. “Seperti Gunung Merapi siklusnya sekitar 4-5 tahunan,” imbuhnya. 


Oleh karena itu, menurutnya Pemda setempat harus mengenal baik siklus gunung berapi di wilayahnya. 


Selain siklus erupsi, menurut Sugeng, warga harus bisa mengenali bentuk-bentuk bahaya dari letusan itu. Beberapa bahaya dari letusan antara lain adalah semburan gas seperti di pegunungan di dieng, dan semburan debu yang bisa terbawa angin. 


“Berikutnya adalah batuan yang lebih berat dan wedus gembel. Yang lebih bahaya itu materi yang berat yang disebut piroklastis,” imbuhnya.


Sinabung belum membaik


Kepala PVMBG Hendrasto mengatakan kondisi di Gunung Sinabung belum membaik. Menurut dia, aktivitas kegempaan vulkanik di wilayah gunung tersebut meningkat sejak beberapa hari lalu. 


“Kini rata-rata amplitude tremornya mencapai 10 milimeter,” ujar Hendrasto.


Hendrasto meminta warga tetap waspada. Pasalanya, pembentukan kubah lava masih terjadi sehingga awan panas bisa saja menyembur lagi. 


“Kita juga menghimbau supaya warga pengungsi tidak percaya begitu saja kabar burung soal status Sinabung. Warga hendaknya menanyakan informasi ke instansi resmi,” tegasnya.


Awan panas Gunung Sinabung sempat menelan korban hingga 16 jiwa. Saat itu, beberapa warga masuk ke zona bahaya, yaitu dalam radius 5 kilometer dari kawah gunung. 


Untuk memastikan hal itu tidak kembali terulang, tim evakuasi gabungan menurunkan tim untuk berjaga-jaga di pintu masuk ke zona bahaya. Relawan dari PMI Sumatera utara Muhammad Ridho mengatakan, timnya menjamin tidak ada lagi warga berani masuk zona bahaya. 


Peta bencana 


Untuk memudahkan kinerja Pemda, menurut Sugeng BNPB telah membuat peta rawan bencana di 33 provinsi. Setiap peta tersebut kata dia sudah lengkap dengan jenis bencana yang mengancam. “Setiap provinsi kita buatkan peta dua wilayah yang lebih mendetail,” klaimnya.


Selain itu, Pemda di daerah rawan bencana juga didorong untuk segera membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga ke tingkat Kabupaten atau kota. 


“Bencana Gunung Sinabung jadi pelajaran untuk Pemda Karo agar segera membentuk BPBD,” tegas Sugeng. 


Dia menambahkan, dana penanggulangan daerah akan lebih fokus bila BPBD sudah terbentuk. Selain itu, dia juga menyarankan agar warga yang tinggal di wilayah bencana membuat ruangan khusus untuk menyelinap ke rumah,” tandasnya.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Waspada Beragam Modus Perdagangan Orang

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12