Vaksinasi Covid-19 Nakes di Pati Terkendala Data dan Syarat Komorbid

"Kemudian penyakit jantung bisa dilakukan bila ada persetujuan dan rekomendasi dari dokter jantung, belum lagi banyak nakes kami yang masih muda ada yang hamil,”

BERITA | RAGAM | NUSANTARA

Selasa, 26 Jan 2021 17:38 WIB

Author

Agus Pambudi

Vaksinasi Covid-19 Nakes di Pati Terkendala Data dan Syarat Komorbid

Bupati Haryanto, menjadi orang pertama penerima vaksin SINOVAC di RSUD Soewondo, Kab Pati, Jateng, Senin (25/01). (Foto: Pemkab)

KBR, Pati- Vaksinasi tenaga kesehatan di RSUD RAA Soewondo, di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terkendala data dan penyakit penyerta. Hari pertama vaksinasi,  Selasa (26/1/2021) diikuti 437 tenaga Kesehatan. Total jumlah nakes yang akan menjalani sejumlah 1.310 orang.

Ketua Tim Vaksin Covid-19 RSUD RAA Soewondo, dr Slamet Sukaryo MM mengatakan, sebagian tenaga Kesehatan (nakes) tidak bisa disuntik vaksin.

“Tapi di pagi hari ini ternyata banyak kendala. Aa yang ditunda vaksin covid-19 karena ketidaksamaan nomor induk kependudukan. Sehingga dikomputer pendaftaran kami tidak bisa di-entry,” ujar  Ketua Tim Vaksin Slamet Sukaryo, Selasa (26/01). 

Semestinya kendala administrasi terkait NIK ini, kata Slamet Sukaryo bisa diatasi seandainya SMS atau WA pendaftarannya masih tersimpan, namun  para nakes TELAHmenghapusnya. Sehingga vaksinasi mereka harus dilakukan pada hari berikutnya. 

Selain masalah administrasi NIK, vaksinasi juga terkendala dengan faKtor usia dan penyakit penyerta (komorbid) calon penerima vaksin.

“Contoh penyakit kencing manis, itu ada syarat yang memiliki kencing manis boleh divaksin dengan pemeriksaan HgA1C harus kurang dari 7,5. Kemudian penyakit jantung bisa dilakukan bila ada persetujuan dan rekomendasi dari dokter jantung, belum lagi banyak nakes kami yang masih muda ada yang hamil,” terangnya.

Ketua Tim Penanganan Covid-19 RSUD RAA Soewondo dr Slamet Sukaryo MM mengatakan, dalam tiga hari  ditargetKAN dapat menuntaskan vaksinasi covid-19 kepada 1.301 tenaga Kesehatan yang terbagi dalam tiga sesi.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan menyebutkan sebanyak 146.587 tenaga kesehatan di 92 kabupaten-kota pada 34 provinsi telah divaksinasi. Juru bicara pemerintah untuk vaksinasi covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, dari total 174.718 tenaga kesehatan yang telah terdaftar dalam vaksinasi covid-19, sebanyak 28 ribu tenaga kesehatan batal atau ditunda vaksinasinya.


Alasannya antara lain tekanan darah tinggi dan memiliki penyakit komorbid penyerta.

"Saat ini sudah ada sebenarnya 174 ribu petugas kesehatan yang mengakses layanan vaksinasi tapi hanya 146 ribu yang bisa diberikan vaksin. Karena tadi ada yang ditunda pertama karena hipertensi dan yang kedua adalah yang memang tidak bisa diberikan sama sekali karena kondisi komorbidnya," kata Siti Nadia dalam diskusi daring, Minggu (24/1/2021).

Editor: Rony Sitanggang

Redaksi KBR juga mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8