Skor CPI Turun 3 Poin, Indonesia Masih Dianggap Negara Koruptif

Indonesia turun peringkat menjadi posisi 37 dari posisi 40 pada 2019

BERITA

Jumat, 29 Jan 2021 12:53 WIB

Author

Muthia Kusuma

Skor CPI Turun 3 Poin, Indonesia Masih Dianggap Negara Koruptif

Tangkapan layar skor CPI Indonesia dalam webiste www.transparency.org

KBR, Jakarta- Corruption Perception Index (CPI) 2020 turun 3 poin dalam rilis terbaru yang dikeluarkan Transparency International. Dalam laporan terbaru, di Asia Tenggara Indonesia turun peringkat menjadi posisi 37 dari posisi 40 pada 2019 lalu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdalih pengukuran berbasis persepsi masyarakat terkendala jeda waktu antara intervensi atau kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan yang diterima oleh masyarakat. Jubir KPK, Ipi Matyati menjelaskan, jeda waktu itu mengakibatkan persepsi masyarakat kerap berubah dalam waktu cepat.

"Bagi KPK catatan ini tentu akan menjadi masukan dan akan kami pelajari agar upaya pemberantasan korupsi ke depan dapat lebih tepat sasaran dan terukur. CPI ini merupakan gambaran dari kondisi korupsi di Indonesia yang masih terus harus kita benahi. Oleh karenanya, pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada tataran jargon. Demikian juga revormasi birokrasi. Penting untuk membangun elaboratif pemerintah dengan seluruh elemen bangsa," ucap Ipi kepada KBR, Kamis, (29/1/2021) malam.

Jubir KPK Ipi Maryati menambahkan, penurunan tiga poin itu, langsung menempatkan Indonesia pada peringkat 102 dari 180 negara yang disurvei. Artinya, Indonesia masih dinilai sebagai negara koruptif. Kata Ipi, Indonesia juga dapat dipersepsikan relatif tak serius dan tidak konsisten dalam upaya pemberantasan korupsi.

Diketahui, regional Indonesia berada di bawah negara tetangga seperti Singapura (peringkat 3, skor 85), Brunei Darussalam (peringkat 35, skor 60), Malaysia (peringkat 57, skor 51), dan Timor-Leste (peringkat 86, skor 40). Indonesia sedikit berada di atas Thailand (peringkat 104, skor 36) dan Vietnam (peringkat 104, skor 36). Selain itu, di atas Filipina (peringkat 115, skor 34), Myanmar (peringkat 137, skor 28), dan Kamboja (peringkat 160, skor 21).

"Dari hasil studi dan penelitian KPK di sektor politik, episentrum korupsi di Indonesia adalah masih lemahnya sistem politik di Indonesia, khususnya partai politik. Sistem politik saat ini menjadi iklim yang subur bagi tumbuh dan berkembangnya politik yang koruptif," ucap Ipi.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10