Klaster Pesantren, Pemkab Cilacap Aktifkan Jogo Santri dan Jogo Tonggo

"Positif sembilan orang. Semuanya tidak bergejala, jadi isolasi mandiri, isolasi di pondok."

RAGAM | NUSANTARA

Senin, 11 Jan 2021 07:59 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Klaster Pesantren, Pemkab Cilacap Aktifkan Jogo Santri dan Jogo Tonggo

Ilustrasi: Siaga Covid-19 di pesantren. (KBR/Ridlo)

KBR, Cilacap-    Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah melakukan langkah cepat untuk penanggulangan Covid-19 di salah satu pesantren di Majenangyang kembali menjadi klaster Covid-19. Di luar langkah medis, Pemkab juga membentuk Jogo Santri dan Jogo Tonggo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi mengatakan sebanyak sembilan santri di salah satu pesantren di Kecamatan Majenang terpapar Covid-19. Diperkirakan ini bukan angka final karena Satgas Covid-19 tengah melakukan tracing dan swab terhadap ratusan satri di pesantren tersebut. Terakhir swab dilakukan terhadap 146 warga Ponpes dan hasilnya belum keluar.

Kata dia, Jogo Santri dibentuk untuk penanggulangan Covid-19 internal pesantren. Adapun Jogo Tonggo dilakukan untuk antisipasi agar Covid-19 tak meluas serta memberi dukungan moral maupun material untuk warga pesantren yang sementara ini ditutup. 

Seluruh santri yang positif dirawat di fasilitas isolasi di asrama pondok lantaran tak bergejala.

“Yang positif sembilan orang. Semuanya tidak bergejala, jadi isolasi mandiri, isolasi di pondok. Di asrama. Jadi dipisah antara yang positif dengan yang negatif. Kemudian, ada Jogo Santri itu ya. Kemudian ada satgas desa, satgas kecamatan, dari puskesmas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi.

Informasi yang dihimpun KBR, sebelumnya di desa setempat juga ada belasan warga yang terpapar Covid-19. Namun, lokasinya bukan di sekitar pesantren yang kini menjadi klaster Covid-19. Diduga mereka tertular dari salah satu warga yang pulang dari luar kota.

Editor: Rony Sitanggang

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10