Tiga Tokoh Global Jadi Dewan Pengarah Pembuatan Ibu Kota Baru

"Karena kita ingin membangun sebuah kepercayaan, sehingga dari kepercayaan yang dibangun akan memudahkan kita nanti melakukan kerja-kerja bersama,” ujar Jokowi.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 17 Jan 2020 20:33 WIB

Author

Dwi Reinjani

Tiga Tokoh Global Jadi Dewan Pengarah Pembuatan Ibu Kota Baru

CEO Softbank Masayoshi Son (kedua kiri) bersama jajarannya bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta (10/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo membenarkan, pemerintah meminta tiga petinggi negara tetangga menjadi dewan pengarah pembuatan ibu kota baru di Kalimantan Timur. 

Menurut Jokowi, pembuatan ibu kota baru membutuhkan dana tidak sedikit, sehingga membutuhkan peluang-peluang kerjasama yang terbuka lebar, baik kerjasama dengan badan-badan usaha, private partnership, maupun kerjasama kenegaraan.

“Kenapa kita menaruh dewan pengarah itu beliau Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, dan yang kedua Masayoshi Son dari Softbank, serta yang ketiga Bapak Tony Blair mantan Perdana Menteri Inggris? Karena kita ingin membangun sebuah kepercayaan, sehingga dari kepercayaan yang dibangun akan memudahkan kita nanti melakukan kerja-kerja bersama,” ujar Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Berbagai klaster akan dibuat di ibu kota baru, meliputi pembangunan klaster pemerintahan yang akan menggunakan dana APBN secara keseluruhan, klaster kesehatan seperti pembangunan rumah sakit, dan klaster  pendidikan meliputi sekolah dasar hingga universitas bertaraf dunia. 

Lalu, klaster inovasi yang diperuntukkan bagi anak-anak muda berbakat melakukan research juga inovasi untuk negara, klaster hiburan, dan klaster financial center. Semua pembangunan tersebut meliputi penggunaan APBN, dan kerjasama dengan investor.

Jokowi juga mengatakan, selain pembangunan fasilitas bertaraf internasional atau berkelas dunia, penggunaan kendaraan di ibu kota baru juga akan menggunakan autonom vehicle serta electrical vehicle, di mana pengadaan semua fasilitas tersebut pasti membutuhkan dana yang besar. 

Namun Jokowi membantah, jika kerjasama yang ditawarkan itu nantinya berbentuk pinjaman. Ia mengatakan semua yang ditawarkan Indonesia untuk membangun ibu kota baru benar-benar kerjasama timbal balik. “Yang kita tawarkan satu tidak pinjaman, yang kedua tidak ada government guarantee. Semuanya kerjasama,” ujar Jokowi.

Pertimbangan lain dalam memilih tiga dewan pengarah pembuatan ibu kota baru itu, sebut Jokowi, karena menurutnya, ketiga tokoh tersebut memiliki dana yang besar dan intelektual tinggi dalam pembangunan negaranya. Bahkan Ia mengatakan selain tiga orang itu, masih ada satu petinggi negara lain yang juga ingin ikut serta membantu pembuatan ibu kota baru di Kalimantan Timur, namun masih ia tahan menyebutnya untuk sementara waktu.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

RUU Ketahanan Keluarga Campuri Ranah Pribadi?

Kabar Baru Jam 13

Choirul Anwar: Masyarakat Harus Bijak Gunakan Popok