Sengketa Laut Natuna, Pakar Nilai Militer Indonesia Kalah dari Tiongkok

"Kalau sampai konflik terbuka dan melibatkan militer dan persenjataan, saya kira kalau dibandingkan jelas lah, kekuatan Indonesia dibandingkan dengan kekuatan Cina itu kalah."

BERITA | NASIONAL

Senin, 06 Jan 2020 18:06 WIB

Author

Wahyu Setiawan, Dian Kurniati, Adi Ahdiat

Sengketa Laut Natuna, Pakar Nilai Militer Indonesia Kalah dari Tiongkok

Kapal Perang KRI Teuku Umar-385 di upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Jumat (3/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Nur Rachmat Yuliantoro, Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), meminta pemerintah Indonesia tidak mengadakan konflik terbuka dengan Tiongkok soal sengketa Laut Natuna.

Pasalnya, menurut Rachmat, militer Tiongkok lebih kuat dari Indonesia.

"Kalau sampai konflik terbuka dan melibatkan militer dan persenjataan, saya kira kalau dibandingkan jelas lah, kekuatan Indonesia dibandingkan dengan kekuatan Cina itu kalah," kata Rachmat kepada KBR, Senin (6/1/2020).

"Sehingga kalau sampai terjadi konflik terbuka, maka yang akan mengalami kerugian besar itu saya kira Indonesia," lanjutnya.

Karena pertimbangan itu, Rachmat menyarankan Presiden Jokowi mengadakan dialog dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk meredam sengketa di Laut Natuna Utara.

"Perlunya komunikasi personal, itu yang lebih penting dilakukan untuk menunjukkan kepada Pak Xi Jinping bahwa Indonesia ini tidak main-main gitu lho. Mudah-mudahan dengan kedekatan personal antara kedua pemimpin ini, situasinya bisa menjadi lebih baik," kata Rachmat.


Berita Terkait:


Jokowi Tegaskan Tak Akan Negosiasi dengan Tiongkok

Di kesempatan terpisah, Presiden Jokowi menegaskan tak bersedia bernegosiasi dengan Tiongkok soal kedaulatan di Laut Natuna. 

"Yang berkaitan dengan Natuna. Saya kira, seluruh statement yang disampaikan sudah sangat baik, bahwa tidak ada yang namanya tawar-menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita," kata Jokowi di Istana Negara, Senin (06/01/2020).

Meski demikian, Jokowi tak menjelaskan secara spesifik strategi apa yang akan diambil pemerintah untuk menghadapi Tiongkok.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Istana Buckingham Mencopot Gelar Kerajaan Pangeran Harry dan Istrinya

Prakiraan Cuaca Dari BMKG

Presiden Minta Semua ASN Nanti Pindah ke IKN Baru

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7