Menlu: Pesawat Berbadan Lebar Siap Evakuasi WNI dari Wuhan

Rencananya, keberangkatan pesawat penjemput bersama tim pengevakuasi akan dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 31 Jan 2020 19:31 WIB

Author

Heru Haetami

Menlu: Pesawat Berbadan Lebar Siap Evakuasi WNI dari Wuhan

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan sambutan pada pembukaan forum Kebijakan Luar Negeri dan Kesehatan Global di Jakarta (28/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan menyatakan telah mempersiapkan tiga rumah sakit rujukan nasional bagi warga negara indonesia (WNI) yang terinfeksi Virus 2019 Novel Corona (2019-nCoV) pasca-evakuasi dari Provinsi Hubei, China.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan, ada tiga rumah sakit yang disiapkan untuk rujukan pasien terinfeksi Virus Corona. 

Ketiga rumah sakit itu adalah Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Sunter, Jakarta Utara; Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan di Pulo Gadung, Jakarta Timur; dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto di Senen, Jakarta Pusat.

"Yang jadi masalah kan kami belum tahu (mereka yang dievakuasi itu) akan turun di mana. Apakah langsung di (Bandara) Soekarno-Hatta apakah di (Bandara) Halim Perdanakusuma, apakah di kota lain kita belum tahu. Pada prinsipnya itu kita siapkan. Tapi yang sudah jelas adalah rumah sakit untuk rujukannya. Itu kalau sakit. Kita siapkan RSPI kemudian Rumah Sakit Paru Persahabatan dan RSPAD Gatot Soebroto, itu yang kita siapkan," kata Yurianto kepada KBR, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Yurianto menambahkan, Kemenkes juga telah mempersiapkan petugas kesehatan yang akan mendampingi WNI saat kepulangan kembali ke Indonesia. Karena, meskipun para WNI dinyatakan bebas Virus Corona saat ke luar dari Provinsi Hubei, China, tapi tim evakuasi dari Indonesia akan tetap melakukan screening setibanya mereka di bandara.

"Setelah sampai di Indonesia tentunya diperlakukan sama dengan penumpang lain yang kedatangan dari China," kata Yurianto.

Evakuasi Menunggu Antrean

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengakui bahwa untuk mengevakuasi WNI yang berada di Hubei, China, masih menunggu antrean. Tapi, Jokowi memastikan, antrean terus berproses, tidak berhenti sama sekali. "Masih dalam proses. Masih kita proses karena yang ingin evakuasi bukan hanya Indonesia saja. Tetapi antrean kita sudah di depan," kata Presiden Jokowi di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (31/1/2020) seperti dikutip Antara.

Sehari sebelumnya atau Kamis (30/1/2020), Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk segera melakukan evakuasi bagi kurang lebih 243 WNI yang berada di Wuhan, dan kota-kota sekitarnya di Provinsi Hubei.

"Kemarin sore sudah kita putuskan dalam rapat terbatas bahwa saya sudah perintahkan untuk segera mengevakuasi warga negara Indonesia yang ada di Wuhan dan sekitarnya. Ini dikoordinir oleh Menteri Luar Negeri bersama seluruh menteri terkait," ujar Presiden.

Segera setelah instruksi tersebut, Menlu Retno Marsudi berkomunikasi dengan otoritas China seraya terus memantau kondisi WNI yang ada di sana melalui KBRI terkait.

Di tempat terpisah, Menlu Retno Marsudi menyampaikan bahwa persiapan evakuasi WNI telah memasuki tahap akhir. Retno juga telah bertemu dengan Duta Besar China di Jakarta untuk membahas hal tersebut.

"Pagi ini saya telah bertemu dengan Dubes RRT di Jakarta. Beliau telah menyampaikan clearance pendaratan dan pergerakan pesawat untuk evakuasi WNI dari Provinsi Hubei. Kami sampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah diberikan oleh otoritas RRT," tutur Retno dikutip Antara.

Rencananya, keberangkatan pesawat penjemput bersama tim pengevakuasi akan dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam. Pesawat yang digunakan adalah pesawat berbadan lebar agar semua WNI yang bersedia dievakuasi dapat diterbangkan secara langsung tanpa melalui transit.

Saat ini, tim pendahulu telah memasuki Provinsi Hubei dan melakukan persiapan di sejumlah titik, utamanya Wuhan, dalam rangka evakuasi tersebut.

"Sementara itu, persiapan penerimaan di Indonesia juga terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku," ujarnya menegaskan.

Sejumlah skenario evakuasi yang disiapkan pemerintah adalah dengan mengeluarkan WNI provinsi Hubei, kemudian menjemput mereka di kota di luar Hubei setelah melewati masa karantina kota. Keputusan karantina itu diputuskan oleh otoritas setempat.

Skenario kedua adalah pesawat dari Indonesia langsung bisa masuk dan mendarat langsung di Wuhan bila diizinkan.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Bagaimana Ketersediaan Tenaga Medis untuk Penanganan Covid-19

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15