Kemenkes Catat 13 Orang yang Diamati, 11 Negatif Corona

"Dua masih dilakukan pemeriksaan mudah-mudahan besok sudah ada hasilnya. Ingat ya aku ngomongin people under observation bukan Novel Corona,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 28 Jan 2020 10:07 WIB

Author

Muthia Kusuma

Kemenkes Catat  13 Orang yang Diamati, 11 Negatif Corona

Dokter memantau pasien WNA asal Cina di Ruang Isolasi RSUD dr Soetomo, Surabaya Senin (27/1). (Antara/Moch)

KBR, Jakarta-  Kementerian Kesehatan menegaskan sampai saat ini tidak ada kasus positif Novel Coronavirus (2019 nCoV)  di Indonesia. Dirjen Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mencatat sudah ada 13 orang yang diamati   yang termasuk dalam tingkatan suspect bukan diduga terjangkit virus Corona.

Kata Anung, 11 dari 13 orang telah dinyatakan negatif dari Novel Coronavirus (2019 nCoV), sementara dua orang lainnya masih berada dalam pengawasan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes. Pasien yang termasuk diamati itu telah diisolasi dengan cara dipisahkan dengan pasien lain dan berada di ruangan khusus.

"Dalam people under observation, kita mendapati sebenarnya saat ini mendapatkan 13, 11 sudah didapati hasilnya negatif. Dua masih dilakukan pemeriksaan mudah-mudahan besok sudah ada hasilnya. Ingat ya aku ngomongin people under observation bukan Novel Corona," kata Anung di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, (27/1/2020).

Anung membantah 13 orang yang diamati berasal dari China. Kata Anung, mereka berasal dari berbagai macam daerah, diantaranya Bali dan Jakarta.

Anung menjelaskan kategori pasien yang termasuk dalam people under observation dengan pasien yang dicurigai positif Corona. Kata Anung, apabila seseorang yang terjangkit batuk, pilek, disertai demam namun tidak memiliki riwayat berkontak secara langsung dengan pasien positif Corona (melalui kontak fisik, maupun udara yang intensif) maka, orang itu akan masuk dalam kategori pasien atau orang yang diamati. Sementara apabila pasien mengalami batuk, pilek, dan demam serta pernah ke Wuhan, China atau memiliki kontak langsung dengan pasien positif Corona, maka dinyatakan sebagai suspect atau terduga.
 
Kemenkes  mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak panik terkait mewabahnya virus Corona novel di berbagai negara, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

Kemenkes telah meningkatkan sumber daya dan fasilitas untuk pencegahan persebaran virus Corona wuhan  di Indonesia. Misalnya dengan menyiagakan 21 kapsul transportasi atau alat karantina untuk evakuasi orang yang terduga terkena virus Corona ke rumah sakit rujukan.

Sebanyak seratusan rumah sakit rujukan juga sudah disiapkan oleh Kemenkes untuk melakukan penanganan. Selain itu menyiagakan personil Kantor Kesehatan Penumpang (KKP) untuk memeriksa suhu tubuh seseorang yang masuk maupun keluar bandara, terutama rute ke maupun dari Cina. 

Lihat Juga: Virus Corona Wuhan Muncul di 6 Negara, Belum Ada Obatnya


Tips Perlindungan Diri dari WHO

Untuk mengurangi risiko penularan virus Corona Wuhan, WHO mengumumkan rekomendasi standar pencegahan penyakit untuk publik, yaitu:

  • Sering-sering mencuci tangan dengan sabun atau cairan pembersih berbasis alkohol;
  • Ketika batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu, kemudian segera buang tisu dan cuci tangan;
  • Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk;
  • Jika Anda menderita demam, batuk, dan sulit bernapas, hubungi dokter dan jelaskan riwayat perjalanan Anda;
  • Jika Anda mengunjungi pasar di daerah-daerah yang sudah dilaporkan ada virus Corona Wuhan, hindari kontak langsung dengan hewan di sana;
  • Hindari konsumsi produk hewani seperti daging, telur, atau susu yang mentah atau setengah matang.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

RUU Omnibus Law Hilangkan Tanggung Jawab Perusahaan Atas Karhutla

Kenali Gejala Serangan Jantung Sedini Mungkin