Kapal Tiongkok Sudah Tinggalkan Natuna, Mahfud Minta Tak Lagi Ribut

“Jadi sekarang untuk Natuna itu, area yang kemarin diributkan itu sudah tidak ada lagi Coast Guard Cina maupun, nelayan-nelayan Cina sudah keluar."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 09 Jan 2020 14:22 WIB

Author

Dwi Reinjani

Kapal Tiongkok Sudah Tinggalkan Natuna, Mahfud Minta Tak Lagi Ribut

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan 1 TNI Yudo Margono menunjuk kapal coast guard asing dari pesawat intai di Natuna, Sabtu (4/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator bidang Politik,Hukum dan HAM, Mahfud MD mengklaim kapal Coast Guard dan nelayan Cina di perairan Natuna sudah keluar kawasan ZEE. Ia mengatakan kapal-kapal tersebut sudah tidak beroperasi dan menghidupkan sistem radar yang sebelumnya pernah tertangkap penjagaan di perairan Indonesia.

“Jadi sekarang untuk Natuna itu, area yang kemarin diributkan itu sudah tidak ada lagi
Coast Guard Cina maupun, nelayan-nelayan Cina sudah keluar. Sekarang tidak akan ribut-ribut lagi soal pelanggaran hak berdaulat, karena nampaknya sudah sekurang-kurangnya kapal-kapal yang tidak menghidupkan AISnya Automatic Identification System. Biasanya kemarinkan sangat proaktif masuk kapal menghidupkan seakan nantang. Sekarang sudah tidak ada, sudah di luar. Oleh karena itu kita tidak usah ribut-ribut lagi.” Ujar Mahfud, di kantornya, Kamis (09/01/2020).

Mahfud mengatakan saat ini untuk menjaga dan menghidupkan perairan Natuna, akan dibuat kegiatan ekonomi dan sosial oleh pemerintah secara lebih proporsional. Sehingga perairan Natuna tidak sepi dan kosong.

Sebelumnya pada 30 Desember lalu, kapal patroli KRI Tjiptadi 381 menangkap radar kapal China Coast Guard dengan nomor lambung 4301 yang mengawal beberapa kapal ikan di batas ZEE milik Indonesia. Setelah itu komunikasi terjadi antara TNI AL dengan kapal tersebut, untuk tidak melakukan pencurian ikan atau IUUF di perairan ZEE. Namun dari percakapan mereka  mengklaim bahwa mereka berada di lokasi yang berada di laut Cina.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Inggris Perpendek Masa Karantina Turis Asing

Menggunakan Sains Data untuk Atasi Kemacetan di Jakarta

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Beda Nasib Serapan Insentif Usaha di Progam Pemulihan Ekonomi Nasional