Dukung Mahasiswa Magang, Rektor IPB: Pengetahuan Cukup Baca di Google

"Pengetahuan itu sebenarnya cukup di Google banyak pengetahuan, baca saja sudah. Tapi untuk meningkatkan skill, kita harus banyak di lapangan."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 28 Jan 2020 16:40 WIB

Author

Valda Kustarini, Heru Haetami, Adi Ahdiat

Dukung Mahasiswa Magang, Rektor IPB: Pengetahuan Cukup Baca di Google

Kampus IPB, Bogor, Jawa Barat. (Foto: www.ipb.ac.id)

KBR, Jakarta - Mendikbud Nadiem Makariem telah menerbitkan kebijakan 'Kampus Merdeka', yang salah satu isinya mendorong mahasiswa untuk magang di perusahaan.

Kebijakan itu lantas didukung oleh Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria. Menurut Arif, dengan ikut magang atau kegiatan praktik seperti proyek membangun desa, mahasiswa bisa belajar keterampilan praktis.

"Yang penting itu kan learning outcome. Hasilnya itu bisa berupa pengetahuan, bisa berupa skill. Kita harapkan itu lebih banyak skill, karena pengetahuan itu sebenarnya cukup di Google banyak pengetahuan, baca saja sudah," kata Arif kepada KBR, Selasa (28/1/2020).

"Tapi untuk meningkatkan skill, kita harus banyak di lapangan, mengetahui persoalan riil di lapangan, membantu menganalisis, memecahkan masalah. Sehingga ilmu yang didapatkan jauh lebih konkret dan riil, tidak lagi teoritis dan sebagainya," lanjut dia.


DPR: Indonesia Kekurangan Akademisi

Pandangan lain disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Bidang Pendidikan DPR Abdul Fikri Faqih.

Abdul menilai kebijakan 'Kampus Merdeka' soal pemagangan bisa membuat universitas jadi terfokus pada vokasi. Padahal, menurut dia, Indonesia masih kekurangan akademisi.

"Pemerintah sekarang sudah memilih sepenuhnya vokasi. Padahal, kelemahan kita, kenapa tidak world class university misalnya, itu karena jarangnya atau sedikitnya akademisi," kata Abdul kepada KBR, Selasa (28/1/2020).

"Kemudian untuk kajian akademik, apa memang sudah disingkirkan sama sekali? Kita akan 100 persen vokasi atau gimana? Harus disepakati. Kalau tidak, akan bermasalah karena banyak ilmu murni yang hanya untuk ilmu, untuk scientist. (Belajar) bukan untuk kerja, tetapi untuk menjadi ilmuwan," lanjutnya.

Editor: Agus Luqman
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

RUU Ketahanan Keluarga Campuri Ranah Pribadi?

Kabar Baru Jam 13

Choirul Anwar: Masyarakat Harus Bijak Gunakan Popok