Cegah Bencana Longsor, Pemerintah Akan Tanam Akar Wangi di Daerah Rawan

"Saya kira tanaman vetiver, akar wangi, akan saya cari sebanyak-banyaknya bibit dan benih sehingga bisa kita lakukan penanaman terutama di Lebak dan Kabupaten Bogor," kata Jokowi.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 09 Jan 2020 15:28 WIB

Author

Dian Kurniati, Adi Ahdiat

Cegah Bencana Longsor, Pemerintah Akan Tanam Akar Wangi di Daerah Rawan

Tanaman vetiver atau akar wangi. (Foto: Flickr/Finca la Casilla)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bencana tanah longsor bisa dicegah dengan penanaman tumbuhan vetiver atau akar wangi.

"Di Indonesia, rumput ajaib ini baru dimanfaatkan sebagai penghasil minyak atsiri melalui ekstraksi akar wangi. Tetapi di mancanegara, vetiver banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan ekologis dan fitoremediasi (memperbaiki lingkungan dengan menggunakan tanaman), seperti rehabilitasi lahan bekas pertambangan, pencegah erosi lereng, penahan abrasi pantai, dan stabilisasi tebing," jelas Kepala Biro Humas BNPB Agus Wibowo dalam rilis, Kamis (9/1/2020).

Agus menjelaskan teknologi pemulihan lingkungan dengan vetiver atau akar wangi ini sudah dikembangkan di India sejak ratusan tahun lalu.

Selain bisa memperbaiki stabilitas tanah, tanaman itu juga diklaim bisa mendukung konservasi air, bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, mengusir hama, bahan atap rumah, dan bahan dasar kertas.

Undang 3 Gubernur

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengumpulkan tiga gubernur yang wilayahnya terdampak banjir dan tanah longsor, sejak pekan lalu, di Istana Merdeka Jakarta.

Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Dalam pertemuan itu, Jokowi meminta ketiga kepala daerah tersebut bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mengevaluasi total rencana pengendalian banjir dan tanah longsor, agar peristiwa serupa tak terulang.

"Saya mengajak kita semua mengevaluasi total sistem pengendalian banjir, pengendalian bencana alam, dari hulu sampai hilir, sehingga betul-betul memiliki strategi besar jangka pendek, menengah, dan panjang. Yang saya tahu, seperti masterplan ini sudah ada, tapi implementasi perlu lebih detail lagi," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (08/01/2020).

Jokowi mengatakan, pengendalian banjir dan tanah longsor merupakan pekerjaan besar yang harus dikerjakan dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota juga harus menyelesaikan kedua masalah tersebut bersama-sama.

Dari beberapa kunjungannya ke lokasi banjir dan tanah longsor, Jokowi menyebut perlu ada perbaikan fokus penanganan tanggap darurat, proses evakuasi, hingga pemenuhan logistik untuk pengungsi.

Meski proses evakuasi sudah berjalan baik, kata Jokowi, saat ini pemerintah masih harus memikirkan penyambungan akses jalan yang terputus akibat longsor.

Selain itu, kata Jokowi, pemerintah pusat dan daerah juga harus segera memikirkan tahap rekonstruksi berbagai bangunan dan  infrastruktur yang rusak akibat tanah longsor, terutama di Banten dan Jawa Barat.

Jokowi ingin rumah yang tertimbun longsor segera direlokasi ke area yang lebih aman. Meski demikian, Jokowi berpesan agar titik relokasi tak terlalu jauh dari lokasi semula. Ia pun memerintahkan gubernur dan bupati yang wilayahnya terkena longsor segera mencari area yang paling ideal untuk merelokasi warga.

Jokowi berkata, telah memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya merehabilitasi hutan di Jawa Barat dan Banten, sambil menanam tanaman yang cepat tumbuh.

Ia mencontohkannya dengan tanaman akar wangi, yang bisa mencegah banjir untuk jangka pendek. Jokowi juga memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengebut pembangunan bendungan Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor, yang ditargetkan rampung tahun ini.

"Saya kira tanaman vetiver, akar wangi, akan saya cari sebanyak-banyaknya bibit dan benih sehingga bisa kita lakukan penanaman terutama di Lebak dan Kabupaten Bogor," kata Presiden Jokowi. 

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Erlin: Edutrip Hadir untuk Meningkatkan Minat Anak ke Museum