Buruh Tolak RUU Cipta Lapangan Kerja, DPR: Itu Inisiatif Pemerintah

"Kami melihatnya bahwa rezim hari ini sangat ramah dengan investasi, tapi tidak ramah bagi kami sebagai rakyat. Baik itu buruh, tani, nelayan, perempuan dan lingkungan," kata perwakilan buruh.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 14 Jan 2020 10:54 WIB

Author

Heru Haetami, Adi Ahdiat

Buruh Tolak RUU Cipta Lapangan Kerja, DPR: Itu Inisiatif Pemerintah

Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar demonstrasi tolak RUU Cipta Lapangan Kerja di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (13/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan buruh bersama rakyat (Gebrak) menggelar demonstrasi tolak RUU Cipta Lapangan Kerja di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (13/1/2020).

Nining Elitos, juru bicara Gebrak, menduga RUU tersebut memuat pasal-pasal yang bisa merampas hak buruh seperti pengurangan upah layak, hak pesangon, dan hak berserikat.

"Kami melihatnya bahwa rezim hari ini sangat ramah dengan investasi, tapi tidak ramah bagi kami sebagai rakyat. Baik itu buruh, tani, nelayan, perempuan dan lingkungan," kata Nining di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (13/1/2020).


Berita Terkait:


DPR: Itu Inisiatif Pemerintah.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Willy Aditya menilai demonstrasi buruh 'salah alamat'.

Menurut Willy, seharusnya demonstrasi ditujukan kepada pemerintah, bukan DPR. Sebab, RUU Cipta Lapangan Kerja merupakan inisiatif pemerintah.

Willy juga menyebut hingga sekarang DPR masih belum menerima draf RUU tersebut.

"Bolanya masih di pemerintah, belum masuk ke DPR. Jadi kalau mau, teman-teman sekarang, kalau kata lagu Ayu Ting Ting 'salah alamat' ini. Bahwasanya kasih warning ke kami, terima kasih," kata Willy saat menerima perwakilan buruh di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Willy pun berjanji akan melibatkan buruh bila RUU tersebut sudah ada di tangan DPR.

"Kami, tentu Baleg khususnya dalam hal ini, akan berusaha setransparan dan bagaimana melibatkan teman-teman," kata Willy.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Pandemi dan Kesehatan Reproduksi Remaja

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10