Bantah Tudingan KPK, Bupati Sidoarjo: Saya Tidak Mengerti Apa-apa

"Tidak ada apa-apanya di kantor saya. Mana tas hitam? Saya tidak pernah menerima."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 10 Jan 2020 22:40 WIB

Author

Muthia Kusuma

Bantah Tudingan KPK, Bupati Sidoarjo: Saya Tidak Mengerti Apa-apa

Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah kiri jelang diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2020). (Foto: ANTARA/Indrianto Eko)

KBR, Jakarta - Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah mengelak dari tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo. 

Saiful mengatakan di kantornya tidak ada barang bukti yang menguatkan dugaan tersebut. Termasuk barang bukti berupa uang.

"Belum, aku diduga saja. Saya kan diperiksa waktu itu, saya tidak mengerti apa-apa. Tidak ada apa-apanya di kantor saya. Mana tas hitam? Saya tidak pernah menerima. Saya tidak tahu itu kekuasaan KPK ya. Saya langsung diajak pergi begitu saja. Uangnya tidak ada di kantor saya. Saya lagi ada tamu, orang memorandum," ucap Saiful di Gedung Merah Putih KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (10/1/2020).

Saiful menambahkan, belum mengetahui  giat tim penyidik KPK di rumahnya. 

Rumah Saiful di daerah Yos Sudarso, Kabupaten Sidoarjo itu digeledah tim penyidik KPK setelah mendapat izin dari Dewan Pengawas KPK. 

Selain rumah Saiful, KPK juga menggeledah dua lokasi lainnya, yaitu Kantor Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air di Kabupaten Sidoarjo. 

Lokasi penggeledahan ketiga adalah rumah Saiful di Desa Hantu Dusun Balongan, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

"Saya tidak tahu. Saya di sini. Tidak ada berita. Ya saya tidak tahu," kata Saiful.

Ia mengatakan kehadirannya ke KPK bukan untuk pemeriksaan kasusnya, namun untuk pemberitahuan agar dirinya mencari kuasa hukum. 

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Saiful diamankan di Pendopo Sidoarjo, lalu di bawa ke Polda Jawa Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya ia dibawa ke Jakarta.

KPK menangkap 11 orang yaitu Bupati Sidoarjo Saiful Illah, Sunarti Setyaningsih (Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan SDA Kabupaten Sidoarjo), Judi Tetrahastoto (pejabat pembuat komitmen Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan SDA Kabupaten Sidoarjo), Sanadjihitu Sangaji (Kepala bagian unit layanan pengadaan), Ibnu Ghopur (Swasta), Totok Sumedi Iwan, Staf IGR Siti Nur Findiyah dan Suparni, Novianto (Kepala sub bagian protokol), serta Budiman (ajudan bupati).

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Naik, Apa Artinya?

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14