Polisi Dalami Dua Terduga Penyebar Hoaks Kontainer Surat Suara

Dua orang itu berinisial HY, ditangkap di Bogor Jawa Barat dan LS ditangkap di Balikpapan, Kalimantan Timur. Namun dua terduga itu tidak ditahan.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 04 Jan 2019 18:08 WIB

Author

Heru Haetami

Polisi Dalami Dua Terduga Penyebar Hoaks Kontainer Surat Suara

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap dua orang terduga penyebar informasi hoaks tentang 7 kontainer surat suara tercoblos.

Dua orang itu berinisial HY, ditangkap di Bogor Jawa Barat dan LS ditangkap di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo mengatakan dua orang itu diduga langsung menyebarkan konten di media sosial tanpa melakukan pengecekan kebenarannya.

"Saat ini sudah diamankan dua orang, yaitu di Bogor sama di Balikpapan. Di Bogor inisialnya atas nama HY. Perannya dia menerima konten kemudian ikut memviralkan. Yang kedua namanya LS di Balikpapan, sama-sama menerima konten tidak dicek langsung memviralkan," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Baca juga:


Dedi mengatakan penyidik tidak menahan dua orang tersebut.  

"Penyidik tidak melakukan penahanan. Tapi kami melakukan pendalaman terhadap keterangan mereka yang disampaikan kepada penyidik," kata Dedi.

Selain itu, penyidik juga telah mengidentifikasi sejumlah penyebar hoaks. Rencananya, penyidik akan memanggil sejumlah saksi ahli, saksi ahli hukum pidana, saksi ahli bahasa dan saksi ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Kasus hoaks ini berawal saat mencuat kabar adanya tujuh kontainer dari Tiongkok mendarat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Rabu 2 Januari 2019. Kabar itu menyebutkan kontainer berisi jutaan surat suara yang sudah tercoblos untuk mendukung calon presiden Joko Widodo-Maruf Amin.

Kabar ini menyebar dan menjadi perbincangan di media sosial, terutama setelah Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief turut mencuit di akun Twitternya. Andi Arief mempertanyakan kebenaran kabar tersebut.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.