Polisi Buru Kelompok Mujahidin Indonesia Timur di Parigi Moutong

Pemburuan melibatkan anggota kepolisian dari Parigi, Poso dan juga Palu.

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 02 Jan 2019 08:11 WIB

Author

Dwi Reinjani

Polisi Buru Kelompok Mujahidin Indonesia Timur di Parigi Moutong

KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah masih memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Dusun Salubose, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Pemburuan melibatkan anggota kepolisian dari Parigi, Poso dan juga Palu. Namun, menurut juru bicara Polda Sulawesi Tengah, Hery Marwoto, hingga Selasa malam polisi belum temukan pergerakan signifikan. 

"Kita menurunkan anggota kita untuk penyisiran gitu, tapi untuk masalah penguatan maaf. Yang jelas anggota kita turunkan untuk melakukan penyisiran di lokasi wilayah itu. Jadi sementara belum ada konfirmasi lebih lanjutan, sementara masih penyisiran dari kemarin itu," ujar Hery, saat dihubungi KBR, Selasa (01/01/19).

Baca juga:

Senin lalu, dua anggota polisi, Baso dan Andrew terluka ditembak kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Mereka ditembak saat akan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan di Dusun Salubose, Parigi Moutong. Keduanya kini dirawat di RS Bhayangkara setempat.

Meski dapat penyerangan dari kelompok MIT, olah TKP terkait penemuan potongan tubuh tersebut terus dilanjutkan. Jenazah bahkan sudah teridentifikasi dan diserahkan ke keluarganya.

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.