OTT, KPK Tangkap Bupati Mesuji

"Tim masih di sana, di Lampung di tiga lokasi; di Bandar Lampung, di Lampung Tengah, dan di Mesuji,"

, BERITA , NASIONAL

Kamis, 24 Jan 2019 08:03 WIB

Author

Ryan Suhendra

OTT, KPK Tangkap Bupati Mesuji

Bupati Mesuji Khamami.

KBR, Jakarta- Tim Satuan Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Mesuji,  Khamami dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Rabu (23/1) malam. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, selain Bupati  tujuh orang lainnya juga ditangkap dalam operasi yang dilakukan di tiga lokasi berbeda.

"Memang ada kegiatan tangkap tangan yang dilakukan KPK malam ini. Rabu sampai dengan Kamis tengah malam lewat, karena tim masih di sana-- di Lampung di tiga lokasi; di Bandar Lampung, di Lampung Tengah, dan di Mesuji," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Kamis (24/1/2019).

"Total diamankan delapan orang. Delapan orang ini ada kepala daerah, ada unsur swasta juga, dan unsur PNS," lanjutnya.

Febri menuturkan, KPK menyita uang dalam pecahan Rp100 ribu yang diikat di dalam kardus. Uang tersebut, kata Febri, merupakan bentuk realisasi komitmen fee proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji tahun anggaran 2018.

Febri berujar, saat ini delapan orang yang ditangkap  sedang menjalani pemeriksaan awal di beberapa kantor kepolisian di tiga lokasi tersebut. Setelah itu, jelas Febri, baru diberangkatkan ke Jakarta secara bertahap untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

KPK, tutur Febri, mempunyai waktu 1 x 24 jam sebelum menentukan status mereka yang ditangkap.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.