Menikmati Blue Fire di Gunung Ijen, BKSDA Berlakukan Tiket Online

"Masyarakat sudah bisa melihat seperti apa model pemesanannya. Jadi ketika kita sudah siap nanti kita berikan edaran lagi."

BERITA

Jumat, 04 Jan 2019 11:16 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Menikmati Blue Fire di Gunung Ijen, BKSDA  Berlakukan Tiket  Online

Fenomena api biru di kawah ijen. (Foto: Antara)

KBR, Banyuwangi- Balai Konservasi Sumber Daya  Alam (BKSDA) Jawa Timur,  memberlakukan penjualan tiket online untuk  pendakian ke Taman Wista Alam Gunung Ijen pada tahun 2019 ini.  Kepala BKSDA Wilayah V  Jawa Timur Sumpena mengatakan,  tiket daring  tersebut saat ini masih dalam uji coba.

Kata dia, massa uji coba ini akan diberlakukan hingga bulan Maret mendatang. Hal ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat membeli tiket mendaki ke Gunung Ijen. kata Sumpena, meski masih dalam tahap uji coba, aplikasi   Ijen Blue Fire sudah bisa diunduh.

Penjualan tiket online ini juga untuk memantau jumlah wisatawan yang hendak mendaki Gunung Ijen, agar tidak sampai melebihi daya dukung kawasan. Sehingga ekosistem yang ada di Gunung yang mempunyai danau kawah tersesar  di Asia tersebut tetap terjaga.

Kata Sumpena, setiap hari  wisatawan yang mendaki ke Gunung  ijen diperkirakan mencapai 1000 lebih wisatawan. Karena saat ini Gunung Ijen menjadi kunjungan wisata favorit di Indonesia.

“Sekarang masih diujicoba di internal Balai. Tapi masyarakat sudah bisa melihat seperti apa model pemesanannya. Jadi ketika kita sudah siap nanti kita berikan edaran lagi. Tapi kalau rencana ini untuk pembenahan-pembenahan dan perbaikan  kita masih uji coba sampai dengan Maret. Jadi April  nanti sudah bisa,” kata Sumpena, Jumat (4/1/2019) di Banyuwangi.

Kepala BKSDA Wilayah V  Jawa Timur Sumpena menambahkan, selain memberlakukan tiket online, BKSDA  juga memberlakukan penutupan Gunung Ijen dari pendakian selama 24 jam setiap bulannya.  Hari ini   (4/1/2019) merupakan penutupan pertama Gunung Ijen yang dilakukan setiap hari Jumat pada  minggu pertama setiap bulannya.

Kata dia, selama penutupan 24 jam itu, seluruh aktivitas pendakian dihentikan, baik itu pendakian untuk wisatawan maupun  penambang belereng. Penutupan ini diberlakukan selain untuk menjaga ekostim yang ada di Gunung Ijen, juga untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada. Terlebih lagi Gunung Ijen didaftarkan sebagai Geopark Dunia oleh Pemerintah Banyuwangi. 

Gunung Ijen  istimewa karena memiliki fenomena langka berupa api biru. Fenomena alam ini hanya ada di dunia yakni di Ijen dan Islandia. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pansel Capim KPK Diminta Tak Loloskan Kandidat Bermasalah