Longsor Sukabumi, Ini Hasil Identifikasi Tim PVMBG

"Tim yang dikerahkan ke Kabupaten Sukabumi itu untuk mengidentifikasi wilayah sekitar longsor dan mengetahui kerawanan gerakan tanah berupa longsoran seperti yang terjadi di Kampung Cimapag"

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 02 Jan 2019 14:16 WIB

Author

Arie Nugraha

Longsor Sukabumi, Ini Hasil Identifikasi Tim PVMBG

Petugas gabungan membawa korban longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Antara/M Agung Rajasa)


KBR, Bandung - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mengirimkan tim tanggap darurat ke lokasi bencana longsor di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Tim tanggap darurat ini akan meneliti banyak hal di lokasi sekitar terjadinya tanah longsor.

Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi, Agus Budianto mengatakan tim yang dikerahkan ke Kabupaten Sukabumi itu untuk mengidentifikasi wilayah sekitar longsor dan mengetahui kerawanan gerakan tanah berupa longsoran seperti yang terjadi di Kampung Cimapag.

Dari hasil identifikasi itu, kata Agus, akan diketahui apakah kawasan tersebut masih layak huni atau harus direlokasi.

"Kemudian yang ketiga mencari wilayah-wilayah aman. Jika tidak layak huni dan tidak bisa kembali yang mungkin harus relokasi. Dan yang keempat memberikan saran, untuk tim penyelamat ke depan dan untuk warga, apa yang harus dilakukan untuk gerakan tanah yang ada di sana. Itu yang pertama untuk di titik kejadian," kata Agus ketika dihubungi di Bandung, Rabu, (2/1/2019).

Agus menjelaskan, tim tanggap darurat juga akan mendatangi kawasan pemukiman yang lokasinya di sekitar Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi.

Tujuannya mencari keberadaan titik rawan gerakan tanah yang akan memicu tanah longsor.

Agus menjelaskan seluruh data yang terkumpul soal kerawanan gerakan tanah, wilayah hunian aman, relokasi dan titik rawan tanah longsor akan langsung diinformasikan kepada warga setempat dalam bentuk rekomendasi secara lisan.

Hal itu dilakukan usai dilakukan evaluasi pasca identifikasi oleh tim tanggap darurat.

Baca juga:

"Jadi tim itu tugasnya memberikan suatu kesimpulan. Kalau masalah report itu belakangan karena gerakan tanah ini ada fungsi air, ada fungsi ketidakstabilan lereng yang sudah terjadi seperti ini," ujar Agus.

PVMBG Badan Geologi mencatat, Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, berada di zona menegah-tinggi terjadinya gerakan tanah.

Artinya, daerah tersebut dapat terjadi pergerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Pada Peta geologi lembar Sukabumi, Jawa Barat tahun 1992 disebutkan daerah bencana disusun oleh satuan batuan breksi Tapos, breksi gunung api dan aglomerate.

Hal itu selaras dengan peta potensi PVMBG Badan Geologi saat terjadi gerakan tanah Kabupaten Sukabumi,  Provinsi Jawa Barat Desember 2018. 


Editor: Kurniati


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN