Bawaslu Serahkan Penanganan Hoaks 7 Kontainer Surat Suara kepada Polisi

"Bagi penyelenggara yang penting bahwa kita tetap on track. Seperti soal-soal itu kalau dugaan pelanggaran pidana kita lanjutkan dugaan pidananya. Kalau pidana Pemilu ke kami (Bawaslu)"

BERITA , NASIONAL

Jumat, 04 Jan 2019 09:51 WIB

Author

Farid Hidayat

Bawaslu Serahkan Penanganan Hoaks 7 Kontainer Surat Suara kepada Polisi

Ketua Bawaslu, Abhan. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kewenangan penanganan kasus hoaks 7 kontainer berisikan surat suara yang telah tercoblos bukan lagi di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), tapi menjadi ranah kepolisian. Ketua Bawaslu, Abhan menjelaskan penyelenggara pengawas Pemilu bekerja sesuai jalur dan yang telah menjadi kewenangannya.

"Bagi penyelenggara yang penting bahwa kita tetap on track. Seperti soal-soal itu kalau dugaan pelanggaran pidana kita lanjutkan dugaan pidananya. Kalau pidana Pemilu ke kami (Bawaslu), kalau pidana umum ke Kepolisian," kata Ketua Bawaslu, Abhan di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Ia mengatakan, jika salah satu terduga pelaku hoaks tersebut terafiliasi dari salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Bawaslu tetap harus menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami mendukung dan mendorong agar Bareskrim Mabes Polri mengusut tuntas kasus ini agar menjadi pembelajaran," ujarnya.

Baca: Pelaku Penyebar Hoaks Kontainer Surat Suara Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Bawaslu juga mengimbau, seluruh peserta pemilu dan seluruh pemangku kepentingan di Pemilu 2019, untuk menghindari isu-isu hoaks atau berita bohong yang dapat mengganggu jalannya Pemilu.

Sebelumnya, KPU bersama Bawaslu telah melaporkan hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos ke Bareskrim Polri.

KPU juga telah mengumpulkan bukti-bukti seperti rekaman audio, tangkapan layar cuitan-cuitan soal hoaks surat suara tercoblos di Twitter, Instagram maupun Facebook.

Baca juga:


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.