Share This

Umumkan Cagub di 6 Provinsi, Ketum PDIP Bicara Korupsi hingga Isu PKI

Isu PKI kata dia seringkali digunakan sebagai alat kampanye hitam, untuk menjatuhkan kredibiltas calon yang diusung partai berlogo kepala banteng itu.

, NASIONAL

Minggu, 07 Jan 2018 16:00 WIB

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama para bakal calon gubernur dan wakil gubernur (kiri ke kanan) TB Hasanuddin-Anton Charliyan (pilkada Jabar), Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramanda Kiemas (pilkada Sumsel), Ganjar Pranowo (cagub Jateng)

KBR, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri membahas sejumlah isu ditengah mengumumkan calon-calon yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah di enam provinsi. Mulai dari isu korupsi, lingkungan hingga PKI.

Untuk isu terakhir, Mega mengaku geram lantaran banyak tuduhan yang kerap dilontakan ke kader-kadernya.

Isu PKI kata dia seringkali digunakan sebagai alat kampanye hitam, untuk menjatuhkan kredibiltas calon yang diusung partai berlogo kepala banteng itu. Salah satu kader PDI-P yang sempat menjadi korban adalah Joko Widodo--saat bertarung dalam pemilihan presiden pada 2014 silam.

"Sampai pak Jokowi pun, kasian lho. (Isu) Jokowi itu PKI, orangtuanya cina. Lha orang saya kenal sama ibunya. Piye lho. Bayangkan lho, dapat begituan terus nggak berharga bapak saya itu," ucap Megawati di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).

Selain itu Mega juga menegaskan, bahwa partainya berideologi Pancasila. Sebagai bukti, dia lantas mengisahkan bagaimana Soekarno ayahnya yang merupakan Presiden RI pertama mendapat Waliyul Amri Dharuriy bi al-Syawkah gelar dari NU. Yang artinya, pemimpin pemeritahan yang berkuasa dan wajib ditaati.

"Bapak saya dibilang PKI padahal sudah diberi gelar oleh NU, yang sampai sekarang tidak pernah dicabut. Tolong dibersihkan dong. Sekarang (isunya) turun ke PDIP, PKI. Itu kan singkatan, Partai Komunitas Indonesia. Saya itu partainya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ideologinya Pancasila," tegasnya.

Baca juga:

Sementara itu, isu mengenai persoalan lingkungan dilontarkan saat memberikan paparan terkait pasangan calon di Jawa Barat, TB Hasanudin dan Anton Charliyan. Menurutnya salah satu fokus yang harus dituntaskan oleh paslon tersebut, salah satunya adalah soal limbah di Sungai Citarum.

"Urusan lingkungan tapi saya serahkan ke siapa? Saya serahkan ke ketua DPD saya yaitu Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin" kata Mega.

Sedangkan isu mengenai persoalan korupsi dibahas saat Mega mengumumkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Sumatera Utara, Djarot Saeful Hidayat dan Sihar Sitorus. Ia menyoroti soal gubernur di wilayah tersebut, yang ditangkap KPK. Menurutnya, rekam jejak Djarot yang bersih dari kasus korupsi mampu menjadi jawaban atas masalah tersebut.

"Sumut ini sudah tiga kali gubernurnya berurusan dengan hukum terkait dengan korupsi. Untuk itu kami ajukan calon yang sudah kredibel dan terbukti bersih, yakni Pak Djarot dan Sihar," ujarnya.


Calon PDIP di 6 Provinsi

PDIP mengumumkan bakal calon gubernur untuk Pilkada Serentak 2018 di enam provinsi. Antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Lima di antaranya sudah mendapatkan pasangan bakal calon wakil gubernur, sementara untuk bakal cagub Kalimantan Timur masih dicarikan pendamping.

Pengumuman tersebut langsung disampaikan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Untuk Pilkada Jabar, partai berlogo banteng ini mengajukan nama TB Hasanudin dan Anton Charliyan. TB--sapaan akrab TB Hasanudin--saat ini menjabat Wakil Ketua di Komisi Pertahanan DPR. Selain itu, purnawirawan TNI ini juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer semasa Megawati menjadi presiden.

Sementara Anton yang didaulat mendampingi TB Hasanudin sebagai Wakil Gubernur merupakan eks Kepala Kepolisian di Jawa Barat.

Mega memanggil TB untuk membacakan karir politiknya hingga kemudian diusung sebagai bakal cagub Jabar.

"Saya serahkan kepada Mayjen Purn saya TB Hasanudin. Dulu dia masih ngikut saya masih Sekmil, Sekretaris Militer saya paak TB. Padahal dia awal mulanya ajudan Pak Habibie ya, keren dia nih. ajudan pak Habibie, sekmil Pak Habibie," kata Mega di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu, 7 Januari 2018.

Baca juga:

Sementara untuk wilayah Jawa Tengah, PDIP memercayakan pada petahana Ganjar Pranowo untuk dijadikan sebagai bakal calon gubernur. Sedangkan calon pendampingnya, PDIP menunjuk Taj Yasin atau Gus Yasin yang merupakan putra sesepuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Maimoen Zubair.

Sementara bakal calon Gubernur Sumatera Utara, Megawati mengatakan, partainya mengusung Djarot Saiful Hidayat. Bekas Gubernur DKI Jakarta ini didampingi oleh Sihar Sitorus.

Untuk bakal calon Gubernur Sumatera Selatan, PDIP mengusung Dodi Reza Alex Noerdin. Pendampingnya adalah Giri yang diketahui merupakan keponakan Mega.

Karolin Margret Natasa diusung sebagai bakal calon Gubernur Kalimantan Barat. Karolin didampingi oleh Suryadman Gidot.

Kemudian untuk bakal Cagub Kalimantan Timur, Mega mengaku cocok dengan sosok Kapolda Kalimantan Timur Safaruddin. Sementara untuk posisi wakilnya belum disampaikan.




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.