Share This

Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Dimulai Akhir 2018

Saat ini proyek itu masih dalam tahap pembuatan desain jalan tol. Desain itu termasuk terowongan sepanjang tujuh kilometer yang akan menembus Pegunungan Bukit Barisan.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 19 Jan 2018 15:02 WIB

Aktivitas pembangunan jalan tol Trans Sumatera di Lampung Selatan, Lampung, Selasa (16/1/2018). (Foto: ANTARA/Ardiansyah)

KBR, Jakarta - Pemerintah pusat memperkirakan proyek pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Padang Sumatera Barat dengan Pekanbaru Riau bisa dimulai pada akhir tahun 2018. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono mengatakan saat ini proyek itu masih dalam tahap pembuatan desain jalan tol. Desain itu termasuk terowongan sepanjang tujuh kilometer yang akan menembus Pegunungan Bukit Barisan.

"Tol Sumatra nanti kita akan ada rute baru, dengan tunnel dan dengan penghubung jalan. Yang tunnelnya itu akan dibiayai dengan transfer of technology, dengan conventional loan dari pemerintah Jepang untuk pemerintah Indonesia. Mudah-mudahan akhir 2018 ini bisa mulai di-groundbreaking," kata Basuki di Istana Bogor, Jumat (19/1/2018).

Proyek jalan tol Padang-Pekanbaru masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 tahun 2016. Proyek tol Padang-Pekanbaru termasuk dalam 17 proyek tol yang sudah mendapat lampu hijau, berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

Berdasarkan data teknis, ruas tol Padang-Pekanbaru memiliki panjang 254,80 kilometer dengan dua kali dua lajur. Jalur tol itu diperkirakan bisa menampung 5.287 kendaraan per hari.

Namun dengan rute baru Padang-Bukittinggi-Pekanbaru menggunakan terowongan, diperkirakan panjangnya berkurang menjadi 240 kilometer. 

Ruas tol Padang-Pekanbaru rencananya akan terhubung dengan Tol Trans Sumatera yang merupakan bagian dari ASEAN Higway Network (jaringan jalan raya ASEAN). Dengan adanya jalan tol, jarak tempuh Padang-Pekanbaru yang biasa ditempuh delapan hingga 10 jam menjadi tiga atau empat jam saja. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.