Share This

Pekan Depan, Polisi Gelar Perkara Kasus Penganiayaan La Gode

Kuasa hukum keluarga La Gode, Sanusi mendapat kabar dari salah seorang penyidik Polda Maluku Utara, bahwa gelar perkara kematian La Gode akan digelar pekan depan, termasuk pembukaan hasil otopsi.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 04 Jan 2018 10:00 WIB

Author

Dian Kurniati

Pekan Depan, Polisi Gelar Perkara Kasus Penganiayaan La Gode

Ilustrasi. (Foto: Quinn Dombrowski/Flickr/Creative+Commons)

KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah Maluku Utara dikabarkan akan melakukan gelar perkara penyelidikan kasus tewasnya La Gode pada pekan depan.

La Gode, warga Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara tewas di Pos Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Ops Pamrahwan) Banau, Taliabu, Maluku Utara pada 24 Oktober 2017. Sejumlah saksi menyebut La Gode tewas dianiaya anggota TNI di pos polisi tersebut.

Kuasa hukum keluarga La Gode, Sanusi mendapat kabar dari salah seorang penyidik Polda Maluku Utara, bahwa gelar perkara kematian La Gode akan digelar pekan depan, termasuk akan ada pembukaan hasil otopsi La Gode ke publik. 

Sanusi mengatakan hasil otopsi kematian La Gode juga sudah diterima direktur kriminal umum Polda Maluku Utara. 

"Hasil otopsi sudah ada, hasilnya sudah sampai di Polda. Cuma, kapan diadakan gelar perkara belum tahu waktunya. Tetapi dari hasil penjelasan yang disampaikan teman-teman penyidik di Polda, minggu depan sudah bisa dibahas hasilnya. Memang dari hasil gelar perkara itu, bisa menentukan arah soal perkembangan kasusnya, siapa tersangkanya, apa penyebab kematiannya," kata Sanusi kepada KBR, Rabu (3/1/2018).

Baca juga:

Sanusi mengatakan, Kamis ini ia akan kembali mendatangi kantor Polda Maluku Utara untuk memastikan jadwal gelar perkara. Ia mengatakan layanan di Polda Maluku Utara belum sepenuhnya pulih, lantaran banyak polisi masih cuti. 

Keluarga La Gode, kata Sanusi, sangat menantikan aparat penegak hukum segera melakukan gelar perkara dan membawa kasus itu ke pengadilan. Selain itu, Sanusi juga akan mengusahakan agar keluarga bisa mendapatkan salinan hasil otopsi La Gode, meski sebetulnya dokumen itu dibuat untuk kebutuhan penyelidikan.

Terkait dugaan keterlibatan tiga anggota polisi dalam kematian La Gode, Sanusi mengatakan, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku Utara masih menunggu kesaksian Kapolsek Bobong dan istri La Gode, yang kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). 

Selain itu, keluarga La Gode juga masih menanti kabar penyelidikan dari POM TNI yang hingga kini menduga keterlibatan 10 anggotanya dalam kematian La Gode.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Dian Kurniati 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.