Share This

Gizi Buruk di Kabupaten Asmat, Pasien Ditampung di Aula Gereja di Belakang RSUD Agats

Sebelumnya, RSUD juga sudah menyulap ruang Balai Latihan Kerja (BLK) di RSUD Agats sebagai tempat merawat pasien gizi buruk dan campak, karena ruang rawat inap reguler penuh.

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 25 Jan 2018 22:20 WIB

RSUD Agats, Kabupaten Asmat, Papua. (Foto: KBR/Katarina Lita)

KBR, Jakarta - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, Kabupaten Asmat, Papua masih terus menerima pasien gizi buruk dan campak hingga Kamis, 25 Januari 2018.

Direktur RSUD Agats, Richard Mirino mengatakan karena ruang rawat inap tidak bisa lagi menampung, maka RSUD terpaksa menempatkan sebagian pasien di aula gereja yang terletak di belakang RSUD Agats.

"Saat ini jumlah total pasien gizi buruk dan campak mencapai 86 orang. Terdiri dari 69 pasien gizi buruk, 5 pasien kurang gizi, 10 pasien campak, dan 2 pasien komplikasi tiga hal itu," kata Richard melalui pesan singkat kepada KBR, Kamis (25/1/2018).

Richard mengatakan dari 86 pasien tersebut, yang bisa ditampung di RSUD hanya 46 pasien. Sedangkan 50 pasien lainnya di rawat di aula gereja. Richard memperkirakan jumlah pasien akan terus bertambah.

Sebelumnya, RSUD juga sudah menyulap ruang Balai Latihan Kerja (BLK) di RSUD Agats sebagai tempat merawat pasien gizi buruk dan campak, karena ruang rawat inap reguler penuh.

Baca juga:

Naik turun

Jumlah pasien pada Kamis (25/1/2018) itu meningkat dibandingkan sehari sebelumnya. Sehari sebelumnya, pihak RSUD Agats menyebut pasien gizi buruk dan campak menurun.

Juru bicara Pos Kesehatan RSUD Agats, Steven Langi mengatakan pada Rabu, 24 Januari 2018, jumlah pasien yang dirawat sebanyak 67 orang. Jumlah itu turun dari tiga hari sebelumnya yang mencapai 80 hingga 85 pasien.

"Jumlah pasien ada kategorinya ringan, sudah membaik. Tapi kita masih memakai kategori utama, misalnya gizi buruk, campak. Tapi sudah menurun angkanya," kata Steven kepada KBR, Rabu (24/1/2018).

Steven mengatakan pasien gizi buruk masih terus berdatangan setiap harinya ke RSUD Agats. Walaupun, berdasarkan laporan yang diterima RSUD Agats dari beberapa distrik, saat ini sudah tidak ditemukan adanya pasien baru terdeteksi campak.

RSUD Agats juga membuka aula gereja yang terletak di belakang rumah sakit untuk menangani pasien campak dan gizi buruk. Pasien gizi buruk komplikasi campak dirawat di RSUD Agats, sedangkan aula digunakan untuk pasien yang kondisinya mulai membaik.

Steven menambahkan kendala proses evakuasi pasien disebabkan karena pasien tidak bisa datang sendiri, dan harus membawa anggota keluarganya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.