Share This

Dipanggil Bawaslu Jatim, La Nyalla Hanya Kirim Surat

"Saya mewakili Pak La Nyalla Mattalitti terkait pemanggilan, beliau berhalangan hadir karena masih di luar kota," kata Heru Pramono.

BERITA , NUSANTARA

Senin, 15 Jan 2018 14:21 WIB

Pengurus KADIN Jawa Timur Heru Pramono mewakili La Nyalla Mattalitti mendatangi kantor Bawaslu Jawa Timur, di Surabaya, Senin (15/1/2018). (Foto: KBR/Budi Prasetiyo)

KBR, Surabaya - Kader Partai Gerindra La Nyalla Mattalitti tidak memenuhi panggilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur, Senin, 15 Januari 2018.

Bawaslu sedianya hendak mengklarifikasi pernyataan La Nyalla mengenai adanya permintaan uang mahar dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, agar La Nyalla mendapat rekomendasi maju sebagai bakal calon gubernur Jawa Timur. 

La Nyalla yang masih menjadi Ketua KADIN Jawa Timur itu hanya mengirim surat ke Bawaslu Jawa Timur, yang dikirimkan melalui Direktur Eksekutif KADIN Jawa Timur Heru Pramono. 

"Saya mewakili Pak La Nyalla Mattalitti terkait pemanggilan, beliau berhalangan hadir karena masih di luar kota," kata Heru di kantor Bawaslu Jawa Timur di jalan Tanggulangin Surabaya, Senin (15/1/2018).

Heru Pramono mengatakan ia menyerahkan sepenuhnya mekanisme pemanggilan La Nyalla berikutnya, apakah akan dijadwalkan ulang atau tidak. 

"Jadi nanti diserahkan kepada Bawaslu Jatim mengenai mekanisme selanjutnya seperti apa," kata Heru Pramono.

Baca juga:

Bawaslu Jawa Timur hari ini sedianya memeriksa La Nyalla, untuk mengklarifikasi dugaan mahar politik yang dituduhkan La Nyalla terhadap Partai Gerindra.

Ketua Bawaslu Jawa Timur Muhammad Amin mengatakan upaya klarifikasi itu dilakukan agar isu yang berkembang tidak semakin liar.

"Sekalian kalau ada bukti yang berkaitan dengan isu tersebut. Bawaslu Jatim berharap masalah ini tidak menggelinding tanpa arah," kata Amin.

Amin mengatakan jika ada bukti terkait dugaan mahar politik itu, maka Bawaslu Jatim akan menindaklanjuti sesuai kewenangan Bawaslu. Amin juga mendorong agar La Nyalla membawa kasus itu ke jalur hukum.

"Kalau ada bukti kuat atas dugaan ini kami berharap agar Pak La Nyalla segera mengambil jalur hukum. Tapi kalau tidak ada bukti, Bawaslu Jawa Timur berharap agar polemik ini segera diakhiri," kata Amin. 

Surat panggilan terhadap La Nyalla sudah dikirim Jumat, 12 Januari 2018, sehari setelah La Nyalla menggelar konferensi per di kawasan Tebet, Jakarta, pada Kamis (11/1/2018).

Amin mengatakan pemanggilan itu hanya sebatas klarifikasi, karena La Nyalla bukan kandidat bakal calon gubernur Jawa Timur. Hanya saja, jika nanti ditemukan bukti awal yang cukup, Bawaslu Jawa Timur akan tetap memproses kasus itu.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.