Ratas Sepakbola, Menpora Janjikan Bangun 1000 Lapangan di Desa

"Program lapangan desa, seribu lapangan setiap tahun terus kami bangun di level desa, yang tadi kami dapat arahan Presiden,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 24 Jan 2017 21:49 WIB

Author

Ninik Yuniati

Ratas Sepakbola, Menpora Janjikan Bangun 1000 Lapangan di Desa

Penjaga gawang dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Punggawa Malolo berusaha menepis bola dari tendangan penalti pesepakbola SSB Langsagaga pada babak kualifikasi regional Sulawesi kompetisi Aqua Danone Nati


KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memerintahkan percepatan pembangunan sepakbola nasional. Di antaranya pembangunan infrastruktur, penambahan jumlah pemain dan pembenahan manajemen kompetisi maupun klub.

Terkait infrastruktur, Jokowi menginginkan dibangunnya stadion sepakbola berstandar internasional. Selain itu, Jokowi juga meminta lapangan sepakbola di setiap desa diperbanyak.

"Tentu saja penyiapan infrastruktur stadion atau tempat pelatihan yang memenuhi syarat. Saya sudah minta ke Menpora agar lapangan sepak bola di kampung-kampung, di desa-desa  agar diperbaiki dan dijaga dipertahankan sebagai ruang publik masyarakat. Jangan sampai lapangan terbuka tersebut dialihfungsikan untuk kepentingan lain, apalagi untuk komersial. Dan sudah seharusnya jumlah lapangan justru semakin diperbanyak," kata Jokowi di Kantor Presiden, Selasa (24/1/2017).

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menjanjikan akan membangun seribu lapangan desa setiap tahun. Kata dia, program ini akan dilaksanakan secara gotong royong bersama kementerian lain.

"Program lapangan desa, seribu lapangan setiap tahun terus kami bangun di level desa, yang tadi kami dapat arahan Presiden bahwa berikutnya ini harus di gotong royong oleh semua kementerian, kementerian desa maupun kementerian BUMN," kata Imam.

Ketua PSSI Edy Rahmayadi mengatakan akan membangun stadion sepakbola berstandar FIFA di tiap provinsi. Menurutnya, Indonesia baru memiliki dua stadion yang sesuai standar FIFA, yakni Gelora Bung Karno, Jakarta dan Jaka Baring, Palembang.

"Lapangan bola kita yang standar FIFA itu hanya dua. GBK dan Jaka Baring, Palembang. Ini diharapkan setiap provinsi ada satu lapangan sepak bola yang layak berstandar FIFA," tuturnya.

Terkait kuantitas pemain sepakbola nasional, Edy mengakui timnas masih kekurangan. Itu sebab, kata dia, program naturalisasi bisa dijadikan opsi untuk mengisi kekurangan tersebut. Edy mencontohkan, untuk Sea Games Agustus mendatang, timnas ditargetkan menyabet gelar juara. Untuk itu, apabila jumlah pemain dinilai kurang, maka akan dilakukan program naturalisasi.

"Kita akan mencari naturalisasi yang separuh wajah Indonesia, yang separuh wajah luar. Banyak pemain-pemain Indonesia ada di luar, kita sedang bujuk, kita ketok nasionalismenya, mudah-mudahan dia mau pulang ke Indonesia," ucap Edy.

Untuk program jangka panjang, Presiden meminta pendidikan sepakbola sejak usia dini. Menpora Imam Nahrawi mengatakan bakal memaksimalkan pendidikan ekstrakulikuler sepakbola sejak tingkat sekolah dasar untuk menyiapkan pembibitan.

"Khususnya di sekolah sekolah, ini harus dimaksimalkan kurikulum ekstrakulikuler khususnya terkait dengan sepak bola karena penjenjangannya pasti dimulai dari sekolah," jelas Imam. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri