Konsumsi Happy Five, Sekda dan Politisi di Lampung Ditangkap

Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Mukhlis Basri, atas sangkaan tindak pidana narkoba.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 23 Jan 2017 12:15 WIB

Author

Eni Muslihah

Konsumsi Happy Five, Sekda dan Politisi di Lampung Ditangkap

Ilustrasi narkoba. Foto: bnn.go.id


KBR, Lampung - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Mukhlis Basri, atas sangkaan tindak pidana narkoba.

Menurut Dir Direktorat Narkoba Polda Lampung, Abrar Tuntalanai, pihaknya menemukan dua butir narkotika jenis Happy Five di saku celananya.

"Memang benar, tadi malam sekitar pukul 23.30 wib Direktorat Narkoba Polda Lampung melakukan penangkapan empat orang salah satunya bernama Mukhlis basri adalah sekretaris daerah Kabupaten Tanggamus," kata Dir Dit Narkoba Polda Lampung, Abrar Tuntalanai, Minggu (22/1/2017).

Selain empat orang yang ditangkap, polisi juga memeriksa Nuzul Irsan yang merupakan anggota dewan dari PDI Perjuangan Tanggamus yang berada di hotel yang sama.

Pada politikus PDI Perjuangan tersebut polisi tidak menemukan barang bukti, namun ke limanya positif menggunakan Happy Five saat tes urine. Mereka diancam kurungan lima tahun penjara dan wajib menjalankan rehabilitasi sosial dan kesehatan.



Narkoba Jerat Pilot

Sebelumnya, Rabu (11/1/2017) lalu Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cilacap juga memastikan dua orang pilot maskapai Susi Air positif menggunakan morfin.

Kepala BNN Kabupaten Cilacap, Edy Santosa mengatakan BNN melakukan tes urine terhadap seluruh awak pesawat yang baru mendarat, pekerja bandara dan siswa penerbangan di Bandara Tunggul Wulung Cilacap. Dari 44 orang yang diperiksa, dua pilot Susi Air, berinisal DE dan BH positif mengandung morfin. Pilot berinisial BH sebelumnya sempat menolak diperiksa urinnya.

Soal penggunaan morfin oleh pilot ini, Edy mengaku masih dalam pengembangan. Hasil koordinasi dengan manajemen Susi Air Pusat, kedua pilot dilarang menerbangkan pesawat. Keduanya saat ini sudah diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Tim Dokter Maskapai Susi Air.

"Saya sudah berkoordinasi dengan manajemen (Susi Air), yang bersangkutan dua orang ini dibawa ke Jakarta. Untuk mengetahui, akan dicek ulang di Laboratorium Jakarta. Untuk kepastian. Karena alat kami kan terbatas pada cek urine saja. Jadi akan dikonfirmasi ulang. Cuma tadi disini kami jumpai dua orang, kan, yang keduanya mangandung zat morfin. Nanti apakah dia sedang mengkonsumi obat itu kan kita tidak tahu," kata Edy Santosa, Rabu (11/1/2017).

Tes urine yang dilakukan BNN Kabupaten Cilacap terhadap pilot maupun pekerja Bandara Tunggul Wulung itu dilakukan pasca kasus pilot Citilink beberapa waktu lalu.

Baca juga:
Polisi Buru 2 Napi Narkoba yang Kabur dari Lapas Nusakambangan
Wajib Tes Urine, Ribuan Napi Penjara Jambi Demo





Editor: Quinawaty
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Virus Corona Bunuh 80 Orang, Indonesia Belum Keluarkan Travel Ban